Kecelakaan Perahu Ketek, Dua Siswi SMPN 1 Pedamaran Meninggal Dunia

Korban Perahu ketek

OKI, KORANKITO.COM – Malang tidak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, hal inilah yang dialami delapan (8) sIswi SMPN 1 Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) maksud hati ingin melakukan persiapan menghadapi ujian sekolah, justeru menjadi korban kecelakaan perahu ketek di Lebak Pedamaran.

Dari kejadian tersebut dua siswi  Santi Wulandari (18) dan Eka Amelia (18) keduanya alamat Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran meninggal dunia. (1/12/2018).

Berita Sejenis
1 daripada 4.112

Informasi yang dihimpun, delapan siswi kelas IX SMPN 1 Pedamaran tersebut pada pagi hari sekolah seperti biasa dan karena akan melakukan persiapan ujian, semua siswa disuruh pembersihan dan pulang agak cepat.

Selanjutnya, 8 siswa yang menjadi korban peristiwa tersebut lantaran saat pulang sekolah mereka menumpang sebuah perahu ketek (perahu bermotor) milik warga yang bermuatan sembako, namun belum berjalan jauh diduga karena muatan terlalu berat perahu menjadi oleng  dan akhirnya karam. Akibatnya, Dua orang penumpang tewas tenggelam, sementara pemilik perahu dan 6 siswi lainnya yakni Reza Andela, Agnes Monika, Viona Wulandari, Nadia, Dilayanti dan Gebi yang kesemuanya siswi SMPN 1 Pedamaran berhasil selamat.
Atas kejadian tersebut warga berupaya membantu dan para korban dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut, namun dua korban tidak dapat diselamatkan dan akhirnya langsung dibawa ke rumah duka masing-masing.

Kepala SMPN 1 Pedamaran, Catur Febiastuti, ketika dikonfirmasi membenarkan kedelapan korban tersebut adalah siswi mereka.

“Korban yang meninggal delapan siswi yang menjadi korban perahu karam tersebut benar siswa kita, dan dipastikan dua korban yang meninggal adalah siswi kelas IX SMPN 1 Pedamaran,” ungkap Catur.
Selaku kepala sekolah pihaknya turut berduka yang sedalam dalamnya karena dua siswinya yang akan menghadapi ujian sekolah meninggal dalam kejadian tersebut.

“Kami sangat merasa kehilangan siswi kami tersebut, maka saat kejadian guru kami langsung ke lokasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan almarhumah khusnul khotimah,” ucapnya.

Catur juga menambahkan, pada hari ini Sabtu, (1/12/2018), para siswa siswi tetap  sekolah sebagaimana biasanya, tetapi karena Senin (3/11/2018) akan dilaksanakan ujian sekolah, maka siswa disuruh pembersihan dan sekitar pukul.09.00 WIB, seluruh siswa disuruh pulang dan diimbau untuk  belajar di rumah masing masing guna mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan.

“Kami sangat terkejut dan tidak menyangka hal ini akan terjadi, Mari kita doakan semoga siswi kami tersebut ditempatkan di tempat yang layak di sisi-Nya,” ujar Catur. (endri/mbam)

AN