Ditantang Silat Oleh Dua Pendekar Sungai Keruh. Dodi Reza Keluarkan Jurus Simpanan

Bupati Dodi Reza Alex keluarkan jurus andalan saat ditantang dua pendekar sungai keruh

SEKAYU, KORANKITO.COM – Kunjungan kerja (Kunjer) Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin di Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba disambut hangat oleh masyarakat dan sejumlah siswa siswi  Sekolah Dasar (SD).

Kekhasan juga ditampilkan oleh dua orang Kuntau (seni bela diri khas Kabupaten Muba), dimana Bupati Muba ditantang langsung oleh dua orang pesilat kuntau dari Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Keruh, Muba.

Gerakan silat kuntau yang dilakoni oleh dua orang pesilat langsung disambut oleh Dodi dengan beberapa gerakan khas kuntau juga. Pada saat orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini memperagakan jurus kuntau, secara beramai-ramai masyarakat betepuk tangan kagum melihat Bupati yang dibanggakan warga ini.

Bahkan pria nomor satu di kabupaten Musi Banyuasin tidak mau kalah dengan para pesilat yang beraksi di hadapannya, tetapi beliau juga ternyata diam-diam memendam bakat silatnya menunjukkan beberapa gerakkan silat, tak ayal tepuk tangan yang meriah dan detak kagum terlihat dari para masyarakat yang sengaja datang ke sungai Dua Danau Konga,  tempat berlangsungnya acara, Sabtu (1/12/2018).

Dodi Reza Alex mengatakan bahwa kesenian daerah seperti pencak silat (Kuntau) memang mesti dilestarikan karena ini seni kebudayaan dan merupakan warisan yang memiliki nilai yang sangat berharga.

“Warisan budaya ini merupakan kebanggaan dan identitas daerah yang tentunya harus kita lestarikan. Harapan saya setiap kecamatan kesenian budaya daerah kita bina dan tampilkan setiap ada acara baik tingkat kecamatan maupun  di tingkat kabupaten.

Sementara Camat Sungai Keruh Muhammad Imron S.Sos MSi  didampingi Sekretaris Kecamatan Sungai Keruh Andi Suharto menjelaskan bahwa Kuntau adalah salah satu kesenian yang dijaga dan terus dilestarikan. “Bahkan sebagai bentuk promosi, pada setiap moment yang kita lakukan di kecamatan sungai keruh, kita berupaya menampilkan kuntau sebagai tanda penyambutan.” tutupnya. (hms/mbam)

AN