Tuntutan 2 Tahun Penjara Dianggap Ahmad Dhani Balas Dendam

Ahmad Dhani

KORANKITO.COM – Ahmad Dhani dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, atas kasus ujaran kebencian. Karena tuntutan Dhani lebih berat ketimbang terpidana kasus penistaan agama, Ahok, maka ayah lima anak itu menyebutnya sebagai aksi balas dendam.

“Kalau dituntut lebih tinggi dari Ahok, saya akan terbahak-bahak. Bingung dituntut 2 tahun penjara, karena pernyataan kebencian untuk siapa, jaksa saja nggak berani menyebut golongan mana yang saya beri ujaran kebencian. Hanya berdasarkan SARA, berupa retorika nggak ada detailnya,” ujar Dhani ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Berita Sejenis
1 daripada 2

“Saya dituntut 2 tahun kepada golongan yang abstrak. Pasti ada titipan dari atas bikin tuntutan itu, 2 tahun tuntutan biar sama kayak Ahok di penjara 2 tahun. Tuntutan balas dendam, langkah selanjutnya ya saya pulang dan ngopi,” lanjut Dhani santai.

Dhani santai meski bayang-bayang penjara ada di depan mata. Bahkan ia tak ambil pusing pasca pihak berwajib menyita akun media sosialnya, pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik.

“Biasa kalau jelang demo 212. Tahun 2016 saya masuk penjara ditangkap. Tahun 2017 akun Twitter saya disita Polres Jakarta Selatan. Tahun ini akun Instagram saya ditahan. Sudah jadi agenda tahunan itu,” ungkap Dhani.

Meski akun Instagram ditahan, ia bakal membuat akun pribadi baru.

“Pastinya bikin akun Instagram baru, aku baru saya bernama @ahmaddhaniofficial. Kalau postingan INstagram saya akan tetap keras. Walau ada kejadian ini tak akan berkurang kekerasannya,” pungkas Dhani. (O tri/mbam)

AN