Terekam CCTV, Komplotan Pencuri Kabel Dibekuk

Ketiga pelaku ketika diamankan di Polresta Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Tiga komplotan maling kabel listrik di proyek pembangunan GIS 150 KV Kota Timur, Boom Baru, Kecamatan IT II Palembang berhasil dibekuk Unit Pidum Sat Reskrim Polresta Palembang.

Ketiga pelaku adalah Yulianto (30) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Agus Sutrisno (30) dan Tyas (30) warga Jalan Letkol Nur Amin, Kecamatan IT II Palembang. Mereka ditangkap di kediaman masing-masing.

Berita Sejenis
1 daripada 33

Berdasarkan data dihimpun, para pelaku bersama satu rekannya yang masih buron mencuri kabel listrik milik PT Hatta Prajatama di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (17/11) sekitar pukul 23.00.

Tiga orang pelaku masuk ke area proyek dan mendorong kabel sepanjang 100 meter yang masih berada di gulungan kabel. Sedangkan satu pelaku menunggu di luar proyek seraya melihat situasi sekitar.

Namun, aksinya mereka terekam kamera closed circuit television (cctv) yang terpasang di lokasi. Dari rekaman itulah, polisi berhasil mengantongi identitas para pelaku dan melakukan penangkapan.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin membenarkan pihaknya telah mengamankan tiga orang pelaku. Sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran anggotanya.

“Iya benar, kita sudah amankan tiga orang pelaku pencurian kabel. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan oleh anggota kita. Untuk tersangka lainnya sudah dikantongi identitasnya dan dalam pengejaran,” tutur Tohirin.

Ia menyebutkan, selain ketiga tersangka, turut diamankan barang bukti berupa pedang, linggis dan kayu bekas gulungan kabel. “Kita terapkan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana di atas lima tahun,” cetusnya.

Sementara itu, Yulianto mengakui perbuatannya. “Iya  pak, kami berempat. Satu pelaku yang belum tertangkap,” ungkap pria yang pernah mendekam di Rutan Pakjo tahun 20116 atas kasus yang sama ini.

Dia mengatakan, kabel yang mereka curi dijualkan kepadal S seharga Rp2,1 juta. “Uangnya kami bagi berempat pak. Saya dapat Rp200 ribu. Sisa uang kami bayarkan utang dan makan-makan,” kaya Yulianto.

Sedangkan Agung membantah terlibat aksi pencurian tersebut. “Saya tidak ikut pak. Saya hanya disuruh menutup pintu, kebenaran ada di sana. Tidak dapat uang dari mereka,” pungkasnya. (depe)

AN