Tiga WNA RRC Hipnotis Warga Palembang

Gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Tiga warga negara asing (WNA) asal Republik Rakyat Cina (RRC) harus berurusan dengan polisi Polda Sumsel. Ketiganya diamankan lantaran menghipnotis Yuli Franky alias Tan Sui Cin (68) warga Palembang.

Mereka adalah dua orang pria atas nama Huan Shunpo (41) dan Zheng Si Lin alias Fu (24) serta satu orang perempuan yakni Alice Tan (27).

Berita Sejenis
1 daripada 22

Selain mereka bertiga, polisi juga mengamankan dua orang perempuan warga keturunan yakni Thijia Djuk Fung alias  Asin (55) warga Bekasi Barat dan Ng Lie Sian alias Angela alias Ana (48) warga Jakarta Utara.

Berdasarkan data dihimpun, perbuatan para pelaku terjadi, Kamis (18/10) siang. Dimana berawal ketika tersangka Alice Tan menemui korban yang sedang menjaga toko obatnya di Pasar Buah, kawasan 15 Ilir, Kecamatan IT II Palembang.

Tersangka  berpura-pura menanyakan tanaman daun gajah yang dapat menyembuhkan segala bentuk penyakit. Lantaran korban Yuli tidak menjual tanaman tersebut, Alice meminta ditemani mencari obat daun gajah.

Alice mengajak korban menemui tersangka lainnya yakni Asin yang bertindak sebagai penjual daun gajah. Kemudian, keduanya mulai memperdayai Yuli dengan berkata korban sedang ada masalah keluarga serta akan terkena musibah.

Yuli yang sudah mulai percaya diajak Alice bersama Asin menemui tersangka Huang Shunpo. Ketika itulah Huang kembali menakut-nakuti dan mengajak korban pulang ke rumahnya di kawasan Kecamatan Kalidoni.

Di sana, Huang meminta disiapkan ruangan khusus untuk membaca mantra tolak musibah. Yuli yang terhipnotis mempersiapkan ruangan serta perlengkapan lainnya seperti air mineral, kantong plastik, koran bekas, tisu yang dimasukkan ke dalam tas warna orange.

Para tersangka menutupi wajahnya agar tak tersorot kamera awak media. foto/depe.

Merasa korban yang sudah terhipnotis, membuat pelaku mengambil uang tunai sebesar Rp120 juta serta sejumlah perhiasaan emas dengan total kerugian mencapai Rp400 juta. Kemudian para pelaku pun melarikan diri.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, kelima tersangka ditangkap disalah satu hotel di Kota Kalianda Lampung. Mereka selalu pindah-pindah, mulai dari Medan, Riau, Lampung, dan wilayah Sumsel.

“Kelima tersangka yang merupakan sindikat ini masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik. Memang tiga WNA RRC ini tidak bisa berbahasa Indonesia dan diketahui ketiganya menggunakan KTP palsu,” ujar Zulkarnain.

Didampingi Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani, Kapolda menyampaikan pihaknya masih melakukan perkembangan. Sebab, tersangka selalu memberikan keterangan yang berbelit-belit.

Bahkan, lanjut Zulkarnain, ada satu WNA yang tidak dilakukan penahanan, karena tidak ada bukti untuk menetapkan statusnya sebagai tersangka.

“Pastinya perbuatan kelompok tersangka ini dijerat dengan Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 263 Jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP yang ancamannya kurungan penjara selama lima tahun,” ujar Zulkarnain.

Sementara itu, tersangka Asin dan Angela mengaku mereka hanya mendapatkan uang sebesar Rp2 juta. “Kami hanya dapat uang Rp2 juta. Setahu saya sisa uanghya disetorkan ke Mister Hong yang ada di Hongkong,” jelasnya.

Ditanyai sudah berapa kali melancarkan aksinya di wilayah Indonesia, keduanya memilih bungkam dan enggan menjelaskan modus dalam aksinya.

Sementara itu untuk tiga WNA asal RRC, ketiganya hanya tertunduk dan berusaha menutupi muka. Ketiganya tidak bisa berbahasa Indonesia dan Inggris.  (Depe)

AN