Dukung Program Presiden RI, Muba terapkan Aspal Karet

Pertama di Indonesia untuk meningkatkan harga karet rakyat

Presiden RI Joko Widodo dan Bupati Muba Dodi Reza Alex

SEKAYU, KORANKITO.COM – Anjloknya  harga karet saat ini di kalangan petani rakyat membuat keprihatinan bagi Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex.

Tak ingin kondisi itu berlarut dan membuat keterpurukan bagi petani karet, Pemerintah Kabupaten Muba berkomitmen untuk mencari solusi alternatif guna mendongkrak pemanfaatan karet Muba sebagai bahan campuran pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet dengan harapan infrastruktur jalan di Muba lebih baik lebih tahan lama dibandingkan aspal Hotmix biasa dan harga karet kembali terdongkrak naik.

Berita Sejenis
1 daripada 4.082

“program yang dilakukan ini sebagai komitmen pemkab Muba dalam mendukung Program Presiden Republik Indonesia khususnya Pembangunan infrastruktur jalan.

“Aspal Campur Karet pertama di indonesia
diterapkan di kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera-Selatan, Selain itu efek domino yang kita harapkan dengan penerapan pembangunan infrastruktur jalan menggunakan campuran aspal dan karet agar kedepannya harga petani karet petani kita terdongkrak naik” harap Dodi Reza Alex saat diwawancara sabtu 24/11 2018.

Bupati Dodi Reza Alex meninjau langsung proses pengaspalan menggunakan bahan karet di Kecamatan Sungai lilin beberapa waktu yang lalu

“Untuk tahap pertama ini kita bangun jalan aspal berbahan campuran karet di Desa Mulya Rejo B4, Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang jalan 465 meter,” ungkap Dodi Reza Alex, di sela pencanangan pembangunan Aspal Menggunakan Campuran Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT) di Desa B4 Mulyorejo, Kecamatan Sungai Lilin pada tanggal 11 oktober 2018 lalu.

Pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet itu menggunakan teknologi pembangunan SKAT. Untuk tahap awal pembangunan aspal berbahan campuran karet di Muba dilaksanakan di sepanjang jalan 465 meter menyerap 8,49 ton karet alam milik petani rakyat.

“Ini sangat efektif dan membuktikan kalau implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet akan mendongkrak harga karet di kalangan petani, khususnya di bumi Serasan Sekate ini,” terangnya.

“Nah, implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini sangat nyata kedepannya, akan sangat membantu perekonomian petani karet di Muba,” kata Dodi.

Plt Kepala Dinas PUPR Muba Herman Mayori, ST menambahkan, pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet di Muba menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2018 dan menelan anggaran sebesar Rp1,8 miliar.

“Untuk faktor ketahanan, metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini lebih tahan dan kuat,” katanya.

Ada tiga teknik yang bisa digunakan untuk pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet, yakni dengan teknologi aspal karet berbasis latek, teknologi aspal karet berbasis serbuk karet (SKAT), dan teknologi aspal karet berbasis masterbatch/ kompon padat.

“Teknologi yang kita gunakan hari ini, menggunakan teknologi SKAT, yang merupakan implementasi yang pertama diterapkan di Indonesia. Ke depan kita akan berinovasi kembali menggunakan tehnologi berbasis latek.”

Selain itu keunggulan aspal karet ini adalah; perkerasan aspal tahan terhadap temperatur dan deformasi, lebih lentur dan fleksibel, kedap air,lebih tahan lama dan mengurangi kebisingan jalan raya.

Sementara itu, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Balitbang Kementerian PU PR, Deded Permadi Sjamsudin, mengatakan upaya yang dilakukan Pemkab Muba mengimplementasikan pemba- ngunan jalan aspal berbahan campuran karet sudah sangat tepat dan merupakan penerapan pertama di Indonesia untuk kategori jalan tingkat kabupaten.

“Kami apresiasi langkah dan terobosan Bupati Muba Dodi Reza untuk komitmen pembangunan infrastruktur didaerahnya dan kami harapkan akan terus berlanjut dan berkesinamungan dan kedepannya perbaikan ruas jalan di Kabupaten Muba akan konsisten menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam,”
tuturnya.

Dilanjutkan Deded, untuk implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet alam dalam metodenya bisa menggunakan tiga langkah yakni meliputi pembangunan jalan aspal berbasis latex, pembangunan jalan aspal berbasis karet padat, dan pembangunan jalan aspal berbasis SKAT. “Untuk di Muba ini menjadi pertama kali di Indonesia yang menggunakan metode pembangunan jalan aspal berbasis SKAT,” ungkap Deded.

Deded berharap, bagi daerah- daerah lain untuk mencontoh Kabupaten Muba dalam melakukan terobosan dan inovasi perbaikan ataupun pembangunan jalan daerah. “Kami berharap daerah lain bisa mencontoh Kabupaten Muba, terutama bagi daerah-daerah penghasil karet alam,” pungkasnya.

Launching pembangunan Aspal Hotmix Menggunakan Campuran Serbuk Karet Alam Teraktivasi (SKAT) di Desa B4 Mulyorejo, Kecamatan Sungai Lilin tersebut juga dihadiri Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Edy Sutopo, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti, Kejari Sekayu Maskur, dan Ketua Pengadilan Agama Sekayu. (hms/mbam)

AN