Zayn Malik Mengaku Bukan Seorang Muslim

Gigi Hadid dan Zayn Malik

Zayn Malik ungkap pernyataan mengejutkan. Diketahui berdarah Pakistan dab beragama Islam, namun baru-baru ini Zayn membuat sebuah pengakuan bahwa dirinya bukanlah seorang muslim.

“Sejujurnya, aku tak pernah bicara secara publik tentang kepercayaanku. Aku bukan seorang muslim. Aku percaya semua orang punya kepercayaan masing-masing dan apa yang mereka yakini. Untukku, aku percaya ada Tuhan. Tapi, apa aku percaya adanya neraka? Tidak,” ungkap Zayn dalam wawancaranya dengan British Vogue.

“Aku tak percaya kau harus makan daging khusus yang sudah didoakan dengan cara khusus (membaca doa sebelum menyembelih hewan). Aku tak percaya kau harus berdoa dengan bahasa khusus lima kali sehari (salat). Aku tidak meyakini hal-hal seperti itu,” lanjut kekasih Gigi Hadid itu.

Mengaku bukan seorang muslim, namun mantan personel boyband One Direction itu enggan mengungkap agama apa yang sebenarnya ia anut.

“Aku ingin menyimpan apapun kepercayaanku sendiri. Hal ini membuatku bisa terus menjalani hidupku dengan baik. Jika aku berbuat baik maka semua orang akan baik padaku. Itu saja,” jelas Zayn.

Pengakuan Zayn rupanya sampai ke telinga Adam Saleh, YouTuber yang juga penyanyi hiphop yang dekat dengan keluarga Zayn itu. Menurut Adam, Zayn mulai melupakan ajaran Islam sejak memutuskan membuat tato.

“Ini menurutku yang sebenarnya terjadi. Sebagai seorang muslim, kau tak boleh punya tato. Aku rasa saat Zayn bikin tato pertamanya, itu adalah kesalahan besar. Dia tahu dengan tato bisa masuk neraka, jadi sekalian saja dia tambah terus tatonya,” ujar Adam dalam vlog yang diunggahnya di YouTube.

Tak hanya soal tato, Zayn yang pindah ke Amerika Serikat dan jauh dari keluarga yang hidup dalam ajaran Islam, disebut-sebut tinggal satu atap dengan kekasihnya, model Gigi Hadid.

“Tinggal di LA bersama pacarnya itu artinya dia sudah jauh dari Islam. Setahun saja kau jauh dari Islam, kau lupa apa itu Islam,” tutup Adam. (O tri/mbam)

AN