Kisah Polisi Ungkap Misteri Hilangnya Sofyan, Hingga Ditemukan Tinggal Kerangka

Kerangka manusia yang diduga jasad Sofyan yang ditemukan polisi. foto/ist.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Perjalanan panjang harus dilalui anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel untuk mengungkap misteri hilangnya sopir taksi online (takso) Sofyan.

Bermula dari laporan istri korban Fitriani (32) di SPKT Polda Sumsel, Senin (29/10) kemarin. Dimana dia melapor bahwa suaminya tak pulang ke rumah usai mengantar penumpang ke kawasan Bandara SMB II Palembang, Minggu (28/10).

Berita Sejenis
1 daripada 114

Dari laporan itu, polisi mulai melakukan penyelidikan. Satu persatu saksi dipanggil untuk dimintai keterangan  terkait hilangnya Sofyan. Termasuk TY, pemilik akun penumpang taksol yang mengorder korban ke lokasi tujuan.

TY yang merupakan seorang wanita ini mengaku, akun miliknya dipinjam oleh empat orang lelaki yang tidak dikenalnya ketika dia berada di sebuah rumah makan di Km5 Palembang.

Hari demi hari, penyidik mengumpulkan bukti-bukti lain untuk mencari keberadaan Sofyan. Hingga akhirnya, satu pelaku yakni Ridwan (45) berhasil dibekuk di Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musirawas, Minggu (11/11).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, meski sudah mengamankan satu pelaku, pencarian terhadap Sofyan tidaklah mudah. Penyidik harus hati-hati dan bersabar mengorek keterangan dari Ridwan.

Dimana, lanjutnya, pelaku Ridwan selalau memberikan keterangan yang berkelit-kelit. Bahkan pelaku mengaku lupa lokasi tempat jenazah Sofyan dibuang oleh mereka.

“Jadi, kami harus bersabar dan menyusuri jalan-jalan yang mereka (kawanan pelaku) lalui. Setelah itu, anggota juga satu persatu ke warga apakah ada yang tercium bau mayat atau tidak,” ungkap Zulkarnain.

Pencarian Sofyan terus dilakukan dengan membawa tersangka agar mengingat lokasi mereka membuang korban.

Selama dua hari melakukan pencarian, petugas akhirnya menemukan Sofyan dengan kondisi tinggal tulang belulang di pinggir jalan di Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musirawas, Selasa (13/11).

“Tersangka juga lupa dibuang kemana. Sehingga petugas kami hanya bertanya ke warga sekitar. Disitu ditanyain siapa yang sering cium bau mayat, disitu akhirnya ketemu,”ujarnya.

Empat orang pelaku menghabisi nyawa korban secara sadis, mereka berbagi peran ketika beraksi memesan taksi online.

Zulkarnain mengingatkan para pelaku untuk menyerahkan diri sebelum petugas bergerak memburu mereka. “Tiga warga Musi Rawas, satu warga Muba. Kami imbau pihak keluarga pelaku jangan menutupi, serahkan diri saja. Kalau tidak liang kubur menunggu,” pungkasnya. (depe).

AN