Jadi Tersangka, Augie Fantinus Langsung Ditahan

Augie Fantinus. foto/dok

KORANKITO.COM – Augie Fantinus menuduh polisi menjadi calo tiket *Asian Para Games 2018*. Karena tuduhan tak terbukti, maka Augie dianggap melakukan pencemaran nama baik dan melanggar UU ITE. Kini Augie ditahan di Polda Metro Jaya setelah polisi mengamankan barang bukti berupa handphone dan akun *Instagram* Augie yang mengunggah video polisi tersebut.

“Ancamannya enam tahun, yang kedua menjadi pengalaman buat masyarakat jangan mudah menyebarkan kabar yang tidak benar. Jadi ini menjadi pengalaman, jadi contoh kalau memang tidak benar jangan disampaikan terutama di media online,” jelas Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Argo Yuwono, Jumat (12/10).

Masalah berawal saat Augie mengunggah video di *Instagram*. Dalam video, Augie mengaku ditawari tiket oleh polisi saat sedang antri untuk menonton pertandingan basket.

“Jadi dengan adanya laporan anggota anggota provost yang kejadian ada di stadion GBK terutama di venue basket dengan ada viral di media sosial yaitu mengenai polisi calo, setelah kita lakukan klarifikasi kita lakukan identifikasi jadi tidak ada kegiatan pencaloan oleh polisi,” terang Argo.

“Jadi setelah kita lakukan pemeriksaan yang meng-*upload* adalah saudara Augie ya, kita lakukan pemeriksaan untuk hari ini kita tetapkan sebagai tersangka. Yang bersangkutan kita kenakan Pasal 28 ya, di juncto kan Pasal 45 UU ITE,” lanjut Argo. 

Ditahan pasca menyebar video hoax di akun media sosial, namun polisi tak memberikan perlakuan khusus kepada Augie yang memiliki penyakit jantung. Sejauh ini kondisi Augie dalam keadaan baik. Ia menjawab pertanyaan penyidik dengan lancar dan tidak dalam keadaan tertekan.

“Obat ya boleh-boleh saja minum obat, ada dokter juga ada,” ucap Argo.
Lebih lanjut, Argo berharap Augie bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Apalagi statusnya sebagai seorang artis, seharusnya Augie memberikan contoh baik kepada masyarakat.

“Namanya public figure ya kan harusnya mempunyai etika,, menjadi contoh. Jadi anggota (polisi) ini kan me-refund ya, dia diminta tolong SD Tarakanita lima tiket di sana. Karena nggak bisa me-refund karena tidak bisa diuangkan ya tiket itu, kemudian tersangka bilang cepek-cepek,” tutup Argo. (O tri/mbam)

AN