Director WEF: “Gaung Pembangunan Hijau Berkelanjutan di Muba Terdengar di Level Dunia”

Bupati Dodi Reza Alex menerima kunjungan Director WEF  Mr Dominic Waughray, Kamis (11/10/2018)

SEKAYU, KORANKITO.COM – Berbagai pihak baik tingkat nasional maupun internasional menyoroti komitmen Pemkab Muba (Musi Banyuasin) dalam upaya pembangunan hijau berkelanjutan (sustainable) di Kabupaten Muba, kali ini komitmen sustainable di Bumi Serasan Sekate menjadi sorotan Forum Ekonomi Dunia yakni World Economic Forum (WEF).

Maka untuk memastikan kabar tersebut Director World Economic Forum (WEF), Mr Dominic Waughray meluangkan waktunya untuk terjun langsung bersama tim nya ke bumi “Serasan Sekate “ untuk bertemu Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin dan pertemuan tersebut langsung diterima oleh bupati Musi banyuasin dan Stakeholders terkait, Pada hari Kamis (11/10) Ujar Mr Dominic saat diwawancara media ini.

“Gaung komitmen pembangunan hijau berkelanjutan di Muba ini sudah terdengar di level dunia, dan kami tertarik untuk mengetahui lebih dalam upaya-upaya yang sudah dilakukan,” ujar Director WEF, Dominic Waughray.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin memaparkan upaya-upaya yang sudah dilakukan dalam mewujudkan pembangunan hijau berkelanjutan dan tantangan-tantangan yang dihadapi serta solusi yang akan dijalankan dengan program program yang menguntungkan baik bagi pemerintah daerah dan masyarakat Musi Banyuasin

“Seperti kita tahu bahwa, petani merupakan bagian dari masyarakat yang menjadi tulang punggung bagi sektor pertanian maupun perkebunan. Tantangan terbesar yang dihadapi oleh petani adalah akses pendanaan untuk mengelola komoditas yang ingin mereka kembangkan,” imbuhnya.

Selain itu, Dodi Reza juga menjelaskan kepada  director WEF Pemkab Muba terus berupaya untuk mengubah pola pikir petani sawit kita dan kita mengajak petani sawit kita  melaksanakan program program yang akan mendorong petani kita mengikuti pola yang dikehendaki pasar dunia.

Kemudian, Dodi Reza menyebutkan bahwa proyek dan kemitraan adalah suatu hal yang saling berhubungan, bahwa proyek dapat berjalan dengan lancar dan sukses jika didukung dengan kemitraan yang kuat.

“Proyek dan kemitraan adalah hal yang sangat diperlukan khususnya dalam mencapai visi pembangunan berkelanjutan. Keselarasan adalah kuncinya agar terhindar dari ketimpangan kepentingan,” jelas Dodi.

Kemudian, pendekatan Yurisdiksi merupakan jenis pendekatan yang mengintegrasikan berbagai aksi dan kolaborasi multipihak dengan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mendapatkan dampak kolektif yang maksimal.

 
“Dampak positifnya adalah masyarakat sebagai konstituen dapat merasakan implementasi pendekatan tersebut baik dari segi aspek ekonomi, sosial, hingga lingkungan. Dengan sistem kolaborasi yang digunakan dalam pendekatan yurisdiksi, maka persoalan dan kesenjangan antar sektor dapat terisi dengan baik serta meminimalisir ketidaksinambungan komunikasi yang sering terjadi sekarang,”
Selain itu “ tata kelola perkebunan yg dilaksanakan oleh petani swadaya juga akan memperkuat komitmen semua pihak terkhusus pemerintah dalam melacak suplai kelapa sawit atau VSA (verification sourcing area) dr komoditas sawit tsb
tukasnya. (hms/mbam)

Berita Sejenis
1 daripada 5
AN