Terbakar Api Cemburu, Wahyu Habisi Nyawa Teman

Gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Lantaran terbakar api cemburu ketika melihat sang pujaan hati berjalan dengan lelaki lain. Wahyu Apriansyah (23) nekat menghabisi nyawa temannya yakni Edo.

“Saya sakit hati dan cemburu, karena dia (korban) jalan dengan Rara. Padahal dia tau, kalau Rara itu adalah pacar saya,” ujar tersangka Wahyu ketika gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel.

Berita Sejenis
1 daripada 45

Tak sekedar berjalan, lanjut Wahyu, korban juga sering berkunjung ke rumah Rara. Padahal dirinya sempat mengingatkan Edo untuk menjauhi pacarnya. “Sudah saya ingatkan jangan ganggu, tapi masih saja,” jelasnya.

Dari sanalah, timbul niat tersangka untuk menghabisi nyawa Edo. Ia pun membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau dari rumah dan mengajak temannya OK (DPO) untuk bertemu dengan korban.

“Kami sempat jalan-jalan dulu ke Tangga Buntung. Pulangnya lewat Jalan Musi II. Saat di perjalanan, hujan deras. Makanya kami berteduh di pondok penjualan ikan salai yang berada di lokasi kejadian,” tambahnya.

Ketika korban sedang lengah, Wahyu langsung memukuli kayu balok yang ada di TKP ke arah tubuh korban sebanyak tiga kali hingga membuat Edo tersungkur dan tidak bernyawa lagi.

Dirinya menambahkan, melihat korban sudah tak berdaya ia bersama temannya OK langsung melarikan diri dengan membawa ponsel dan sepeda motor Yamaha Mio J milik Edo.

“Motornya saya jual di Payakabung seharga Rp1,3 juta tapi baru dibayar Rp800 ribu. Ponselnya saya kasihkan teman pak. Saya melarikan diri ke Lampung selama dua tahun dan kembali lagi ke Palembang,” tutur Wahyu.

Kasus pembunuhan itu terjadi di Jalan Yusuf Singadekane, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Kamis 30 Juni 2016. Dimana korban ditemukan tewas dengan luka di kepala.

Sementara itu Kasubdit III Jatanras Ditreskrium Polda Sumsel AKBP Yoga Baskara Jaya menerangkan tersangka ditangkap di kawasan Ogan Ilir setelah sempat buron selama dua tahun lebih.

“Tersangka ditemani O yang masih buron. Dia membunuh korban dengan cara memukulkan kayu balok yang ditemukan di TKP ke arah kepala sebanyak tiga kali,” tegas Yoga.

Lebih lanjut, Yoga mengatakan tersangka juga membawa kabur motor serta ponsel korban. “Kita kenakan Pasal 340 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun penjara,” pungkasnya. (depe)

AN