Ini Cerita Mencekam Ferry Rotinsulu Ketika Gempa Palu Terjadi

PALEMBANG, KORANKITO.COM – Mantan Kiper  kebanggaan laskar wong kito Ferrt Rotinsulu mengulas kembali kejadian pilu yang menimpa tanah kelahiran. Apalagi saat kejadian tersebut Ferry sedang kembali ke Palu pasca ibundanya meninggal.

Ia menceritakan betapa mencekamnya bagaimana gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 skala richter memporak-porandakan kampung halamannya, Jumat (28/9) Lalu.

 “Saat kejadian saya sedang mandi, saya hanya bisa berdiam diri dan pasrah saja. Pintu tidak bisa dibuka, karena rusak. Kalau teringat, saya benar-benar masih trauma, bahkan hingga kini,” kata Ferry.

 

Saat ini Ferry Rotinsulu sudah kembali berada di bumi srwijaya.  Dan untuk ikut berkontribusi dan membantu korban gempa dan tsunami Palu yang mencapai ribuan itu, Ferry melelang jersey kebanggaannya, saat ini sebanyak 4 Jersey telah berhasil di jual yakni dengan harga 3,2 juta untuk 2 jersey timnas dan 2,1 juta untuk satu jersey yang pernah ia kenakan saat bersama SFC.

Sriwijaya FC sendiri merupakan klub yang pernah diperkuat Ferry, mendedikasikan niat baik Ferry dengan membeli satu jersey milik mantan kipernya tersebut.

Apalagi Ferry merupakan salah seorang pemain yang memiliki andil besar atas keberhasilan Laskar Wong Kito meraih gelar double winner pada musim kompetisi 2007-2008.

“Perhatian Sriwijaya FC ini sebagai ikatan batin kami dengan Ferry. Bagaimanapun, Ferry Rotinsulu tidak bisa dipisahkan dari sejarah Sriwijaya FC. Saat ini dia sedang tertimpa musibah, rumah keluarganya banyak yang roboh, tentunya ini mengundang keprihatinan klub,” kata sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid.

Sementara itu diakui eks kiper Timnas Indonesia ini, ia tak memandang perkara nominal uang yang didapatkan dari pelelangan jersey miliknya itu,  tapi baginya keikhlasan dari berbagai pihak untuk membantu korban bencana alam di Sulteng.

“Total jersey ada 6, 3 telah dilelang, 1 dibeli oleh SFC, dan 2 jersey akan dilelang di Palembang Icon minggu malam. Hasil dari baju timnas warna kuning dan biru seharga 6,4 juta belum ditambah 2,1 juta baju SFC. Saya tidak memikirkan harga berapapun itu. Yang jelas baju-baju kenangan milik saya, sudah diniatkan demi membantu keluarga. Dengan nilainya saya tidak peduli. Yang penting keikhlasan mereka, dan niat tulus.”jelasnya. (nissa/mbam)

AN