Pangdam dan Kapolda Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan

Pangdam II/SWJ Mayor Jendral Irwan bersama Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara saat memadamkan api. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Pangdam II/SWJ Mayor Jendral Irwan bersama Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar lahan milik warga.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) itu terjadi di Dusun II, Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel, Rabu (10/10) siang.

Berita Sejenis
1 daripada 17

“Setelah kita patroli udara, ada beberapa titik yang harus segera ditangani. Diantaranya di Desa Ibul Besar I. Makanya kita mendarat di sini, kebetulan pasukan kita sudah di sini,” jelas Pangdam II/SWJ Irwan.

Ia menjelaskan, usai disiram air selama kurang lebih satu jam, api berhasil dipadamkan. “Api lumayan besar, namun sudah kita atasi. Sedang pendinginan. Muda-mudahan segera padam,” jelas Irwan.

Masih dikatakan Irwan, ada beberapa titik yang terpantau dari udara yang perlu segera ditindaklajuti.

“Tiga sampai empat titik, kecuali yang kemarin masih ada sisa asap. Sehingga akan berdampak, apabila angin mengarah ke Palembang asap masuk. Tapi kalau cepat diatasi, mudahan asapnya tidak banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dirinya telah memerintahkan ke Polres Ogan Ilir untuk melakukan penegakan hukum dan melakukan pemeriksaan pemilik lahan.

“Hal terpenting, harus ada penegakan hukum. Kalau lihat seperti ini, hampir pasti tidak mungkin tidak sengaja. Kapolres, cari pemilik untuk dipemeriksaan. Walaupun belum tentu tersangka,” katanya.

Pangdam II/SWJ Mayor Jendral Irwan bersama Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara saat memadamkan api. foto/depe.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, tahun 2018 pihaknya sudah menangani delapan kasus Karhutlah yakni dua korporasi dan enam perorangan.

“Tetapi yang baru ada tersangkanya korporasi baru satu, satunya masih penyilidikan. Sedangkan perorangan yang sudah P21 atau sudah sidang di Ogan Ilir baru ada satu kasus,” cetus Zulkarnain.

Didamping Kapolres Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad, Kapolda mengungkapkan, pihaknya memang merasa kesulitan dalam mengungkap kasus Karhutlah.

“Memang tampak, dari kasus kebakaran dan yang kami tangani jauh berbeda. Jumlah kebakaran mungkin sudah banyak, yang real terbakar di tangani polisi 170 kasus dan yang penyidikan baru delapan. Memang mencari pelakunya itu susah,” tuturnya.

Sedangkan, salah satu warga sekitar Bermewah (65) mengatakan, dirinya tidak mengetahui kapan lahan tersebut terbakar. “Setelah makan siang, saya melihat api sudah besar. Tidak tahu kapan terbakarnya. Lahan itu punya pak Nawi tinggal di Gandus,”pungkasnya. (depe)

AN