Tewasnya Ariansyah, Kapolda Sumsel Jelaskan Kronologis Kejadian

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkaranain Adinegara. foto/dok.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara angkat bicara terkait tewasnya Ariansyah (23) yang diduga terkena peluru nyasar dari polisi yang melakukan penggerebekan di sekitar tempat tinggal korban.

Ia menjelaskan, kejadiannya bermula ketika anggota Polsek Pemulutan, Ogan Ilir mencari keberadaan pelaku pembunuhan atas nama Sukri alias Mamang yang terjadi di Desa Sukamerindu, Kecamatan Pemulutan, Rabu (3/10) lalu.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Rumah tempat bermain bilyard yang diduga tempat persembunyian tersangka Mamang didatangi polisi sekitar pukul 04.00. Ketika penggerebekan terjadi, beberapa warga langsung kocar-kacir sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan ke atas.

“Bahkan, ada orang yang mengacungkan sajam sehingga dikeluarkan tembakan peringatan. Ada yang melarikan diri dan terdengar suara tembakan lagi, belum jelas tembakan dari siapa. Apakah polisi atau warga,” ungkap Zulkarnain ketika dikonfirmasi.

Dari penggerebekan itu, lanjutnya, polisi gagal menangkap pelaku Mamang. Barulah sekitar pukul 07.00, pihaknya menerima laporan dari warga yang mengatakan ada seseorang yang tewas terkena tembakan.

“Tim sudah diturunka dari Puslabfor sampai Propam untuk menyelidiki kasus ini. Kalau memang ada kesalahan dan benar itu peluru dari polisi akan saya tindak. Jenazah sudah divisum untuk mengambil proyektil di tubuh korban,” cetusnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ariansyah Saleh (23), pria yang bekerja sebagai juru parkir ini ditemukan tewas di sekitar rumahnya Jalan KH Azhari, Lorong Al Kautsar, Kecamatan SU I Palembang, Senin (8/10) pagi.

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian leher belakang sebelah kiri. Peluru diduga berasal dari anggota polisi yang melakukan penggerebekan di seputaran tempat tinggalnya. (depe)

AN