Kapolda Sumsel Sebut Polres Ogan Ilir  Langgar SOP

Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara. foto/dok.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara menyebutkan adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan Polsek Pemulutan, Polres Ogan Ilir saat penggerebekan di Jalan KH Azhari, Lorong Al Kautsar, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Zulkarnain mengatakan, penggerebekan itu terjadi di luar wilayah hukum Polres Ogan Ilir. Sehingga dari SOP kepolisian, Polsek Pemulutan harus meminta izin ke Polresta Palembang untuk pendampingan ketika penangkapan berlangsung.

Berita Sejenis
1 daripada 2

“Memang tidak ada kordinasi dengan Polresta Palembang, jelas SOP juga sudah dilanggar. Mestinya, dari Polres Ogan Ilir harus izin masuk wilayah dan didampingi Polresta Palembang saat penggerebekan,” jelasnya ketika dikonfirmasi, Senin (8/10) petang.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan masih menunggu hasil uji balestik terhadap proyektil peluru yang bersarang di tubuh korban Ariansyah. Hasil itulah yang dapat membuktikan siapa pemilik proyektil tersebut, apakah dari pihak kepolisian atau lainnya.

“Kalau polisi mengaku itu pelurunya enak, langsung saya proses. Tapi kan ini belum ada yang mengaku, jadi kita tunggu hasil lab. Kalau kelalaian menghilangkan nyawa orang lain pasti ada sanksi kepada polisi, baik pidana atau sidang disiplin,” tegasnya.

Bahkan, dirinya tidak segan mengambil tindakan tegas hingga pencopotan apabila anggotanya yang menjadi pelaku penembakan. “Sudah resiko. Polisi itu kaki kanan kuburan dan kaki kiri penjara. Meski bertugas menangkap pelaku kejahatan, tidak dibenarkan ada warga terbuka. Apalagi hingga meninggal,” tegasnya.

Zulkarnain menambahkan, penggerebekan itu terjadi 04.00 dan Ariansyah baru ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 06.00. Oleh karena itu, pihaknya masih melakukan pendalaman kenapa korban bisa ditinggal ketika sudah mengalami luka tembak.

“Jeda waktunya cukup lama. Kenaoa korban ditinggal ketika tertembak dan petugas kembali ke Pemulutan. Ini yang kita selidiki. Korban terkena peluru siapa dan siapa yang menembaknya,” cetus Zulkarnain.

Diberitakan sebelumnya, dalam penggerebekan itu seorang juru parkir yakni Ariansyah (23) di temukan meninggal dunia di lokasi. Ia mengalami luka tembah di bagian leher belakang sebelah kiri diduga berasal dari polisi yang melakukan penggerebekan. (depe)

AN