Dor! DPO Curas Tewas Mengenaskan Akibat Melawan Saat Akan Ditangkap

RO (45) DPO curas yang berhasil dilumpuhkan petugas kepolisian polsek Rupit dan Satreskrim polres Mura. foto/dhia

MURATARA-Akibat melawan petugas dengan cara melarikan diri saat akan diperintahkan untuk menyerah, akhirnya dengan sangat terpaksa petugas mengambil tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan RO (45) seorang DPO curas.

Itulah yang dialami oleh, RO (45) warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara sedangkan rekannya berhasil melarikan diri kehutan saat akan diringkus anggota gabungan Polsek Rupit dan Satreskrim Polres Mura.

Kejadian aksi kejar-kejaran yang berbuntut tewasnya, RO terjadi di Jalan Lintas Sumatera, di Taman Kuliner, Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, sekitar pukul 21.30 WIB, Jumat (28/9).

Tersangka diringkus polisi lantaran terkait dengan perkara Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang selama ini meresahkan warga di wilayah Kabupaten Muratara, sekaligus sudah lama menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.

Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek Rupit, AKP Yulfikri saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Namun, tersangka sudah bisa dilumpuhkan hanya saja rekannya masih dilakukan pengejaran sebab melarikan diri saat akan diringkus.

“Tersangka terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan terarah karena berusaha melawan saat akan diringkus,” kata Yulfikri, Senin (1/10).

AKP Yulfikri menjelaskan, tersangka kami ringkus bermula saat anggota mendapat informasi dari warga akan terjadi transaksi jual beli satu unit sepeda motor jenis Honda Revo x warna hitam tanpa TNKB yang diduga hasil kejahatan yang akan dilakukan oleh tersangka bersama dengan rekannya.‎

Dari informasi itu, tim gabungan anggota Polsek Rupit dan Satreskrim Polres Mura langsung bergerak menuju lokasi.

Ketika tersangka bergerak dari arah Desa Karang Anyar mendekati lokasi disusul dari belakang temannya menggunakan sepeda motor masing-masing.

Saat anggota mencoba mengamankan kedua tersangka tetapi tersangka menyerang  menggunakan satu pucuk senpira laras pendek yg dibawanya.‎

Anggota Pun melepaskan tembakan peringatan tetapi tidak diindahkan, takut membahayakan petugas, maka petugas melepaskan tembakan terarah dibagian perut dan di leher sehingga tersangka tersungkur tewas di lokasi kejadian.

Kemudian anggota lainnya, menyebar mengejar teman tersangka melarikan diri ke semak. Seketika itu‎ sekelompok massa yang ada disekitar lokasi mendengar bunyi letusan senjata mendekati lokasi melihat kondisi tersangka yang tertembak.

Setelah mengetahui tindakan yang dilakukan kepada DPO curas yang sangat meresahkan, maka beberapa oknum warga spontan menyerang tersangka yang tertembak menggunakan sajam jenis parang, kemudian langsung meninggalkan lokasi sehingga tersangka mengalami luka akibat sabetan sajam di wajah, dada dan perut.

Sedangkan rekan tersangka yang membawa sepucuk senpira laras pendek meninggalkan sepeda motor yang digunakannya dan melarikan diri ke semak-semak.

Setelah dilaksanakan pengecekan fisik terhadap noka dan nosin sepeda motor yang berhasil disita dari tangan tersangka sama persis dengan milik korban asal warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara yang menjadi korban curas yang dilakukan oleh tersangka. (dhia/mbam)

AN