Diiming-imingi Uang Rp20 Ribu, Bocah Kelas Empat SD Disodomi Tetangga

Korban bersama ibu kandungnya saat membuat laporan di Polresta Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Kasus pencabulan terhadap anak-anak di Palembang kembali terjadi. Kali ini dialami pelajar kelas empat sekolah dasar berinisial AR.

Bocah berusia sembilan tahun ini diduga disodomi oleh tetangganya berinisal LA dengan iming-iming akan berikan uang sebesar Rp20 ribu.

Berita Sejenis

AP Nyaris Diperkosa Rekan Kerja

Korban Cabul Datangi KPAID Palembang

Gadis Bawah Umur Digerayangi Bos Rumah Makan

1 daripada 11

Tak terima kejadian itu, orangtua korban RD (37) melaporkan LA ke ruang pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (1/10) siang.

Saat ditemui, RD menuturkan dirinya mengetahui anaknya telah dicabuli terlapor bermula ketika korban mengeluhkan sakit di bagian anusnya, Sabtu (29/9) siang.

“Pas mau tidur siang, anak saya mengeluhkan sakit dibagian itunya (anus). Terus saya tanya kenapa. Dia jawab, kalau sudah dicabuli terlapor,” jelas RD memberikan keterangan.

Usai mendengarkan cerita korban, lanjutnya, dia langsung mendatangi Polresta Palembang untuk melaporkan perbuatan bejat tetangganya tersebut.

“Bukan anak saya saja pak. Keponakan saya pun diperlakukan sama. Saya tidak terima, makanya lapor polisi dan minta dia segera ditangkap,” ungkapnya.

Ditambahkan korban, kejadian pencabulan itu dialaminya sebanyak dua kali. Dimana berawal ketika dia sedang main dan dipanggil terlapor untuk pergi ke sawah.

“Pertama Sabtu (22/9) malam dan yang kedua Minggu (23/9) siang. Saya lagi main terus diajaknya mencari buah embem di sawah,” jelas bocah yang tinggal di Kecamatan Kertapati Palembang ini.

Setiba di tempat kejadian perkara (TKP), terlapor menurunkan celananya dan memasukan kelaminnya ke dalam anusnya. “Sampai disana, saya dicabuli dia,” tutur AR.

Ia mengungkapkan, terlapor berjanji akan memberikan uang sebesar Rp20 ribu agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

“Dia janji akan memberikan saya uang Rp20 ribu, supaya tidak bercerita dengan siapa pun. Ttapi sampai sekarang saya tidak menerima uang itu,” katanya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Palembang AKP Andi Apriyadi membenarkan pihaknya sudah menerima laporan korban. “Masih kita selidiki,” pungkasnya. (depe).

AN