Sejam Usai Beraksi, Ari Ditembak Polisi

Tersangka saat digiring polisi. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Hanya butuh waktu satu jam, Unit Pidum dan Tekab Satreskrim Polresta Palembang mengamankan satu pelaku pencurian di rumah milik Adrianti, anggota polisi Polresta Palembang.

Tersangka yang ditangkap adalah Ari (21) warga Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju Palembang. Bahkan ia harus merasakan timah panas lantaran ketika diringkus polisi memberikan perlawanan dan berusaha kabur.

Berita Sejenis
1 daripada 34

Berdasarkan data dihimpun, Ari beraksi di rumah korban yang berada di Komplek Ogan Permata Indah (OPI), Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Sabtu (29/9) sekitar pukul 13.00.

Dimana ketika itu di rumah korban hanya ada anaknya berinisial M yang berusia 10 tahun. Pelaku yang mengaku sebagai petugas keamanan komplek mengetok pintu dan meminta uang jaga malam.

Tersangka saat diperiksa polisi. foto/depe.

Setelah pintu dibuka, pelaku langsung mengancam anak korban dan mengambil tiga unit ponsel. Ari pun melarikan diri menggunakan motornya. Sedangkan M menghubungi orangtuanya untuk memberitahu kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin mengungkapkan setelah menerima laporan korban. Pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka.

“Selang satu jam, kita berhasil mengamankan pelaku. Saat akan ditangkap, dia memberikan perlawanan sehingga kita memberikan tindakan tegas terukur,” ucap Tohirin ketika diwawancarai awak media.

Ia menjelaskan, modus pelaku dengan cara berkeliling mencari rumah yang akan dicurinya. “Melihat rumah sepi dia beraksi. Dia mengaku petugas keamanan dan mengambil ponsel ditangan anak korban,” jelasnya.

Masih dikatakan Tohirin, untuk barang bukti diamankan tiga unit ponsel milik korban dan motor yang digunakan pelaku beraksi. “Kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara,” cetusnya.

Sementara, Ari mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, dirinya tidak mengetahui rumah yang ia curi merupakan rumah polisi. “Saya tidak tahu pak. Pintu rumahnya terbuka, saya masuk dan mengambil ponsel,” katanya.

Menurutnya, ponsel yang dia curi akan dijualkan dan uangnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Baru pertama kalinya pak. Saya sendirian tidak sama teman. Mau dijual, uangnya untuk makan,” pungkasnya. (depe)

AN