Sidang Keabsahan Pencalonan HD-MY Kembali Digelar

Kuasa Hukum Penggugat dan Tergugat Yakin Menang

foto/ist.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Sidang lanjutan keabsahan pencalonan Cagub dan Cawagub Sumsel Herman Deru-Mawardi Yahya kembali digelar di PTUN Palembang, Senin (24/9) sekitar pukul 10.00.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Firdaus Muslin didampingi Hakim Anggota I Rachmadi, Hakim Anggota II Sahibur Rasid dan Penitera Pengganti Rina Zaleha ini beragendakan penyerahan kesimpulan.

“Sidang hari ini penyerahan kesimpulan. Kami akan membacanya. Sidang kita tunda hingga Rabu 26 September 2018 dengan agenda membaca putusan,” ungkap Hakim Ketua Firdaus Muslin.

Sementara itu, Kuasa hukum penggugat RM Ishak Alamsyah Hanafiah mengatakan, tuntutan masyarakat Sumsel melalui dirinya yang dipercaya menjadi kuasa hukum ini menggugat KPU serta Paslon.

“Yang dicalonkan partai dan koalisi ada cacat yang hukumnya. Khususnya dicalonkan Partai Hanura langsung DPP Hanura yang mengusulkan. Padahal, berdasarkan UU yang mengusulkan pencalonan adalah ketua dan sekretaris DPD Hanura,” jelasnya.

Ia menjelaskan, secara Yuridis pihaknya yakin memang ada pelanggaran. “Itu tidak memenuhi syarat. Yang dipersoalkan ini pendaftaran diambil alih DPP. Kita ada surat DPP Hanura mengambil alih itu,” jelasnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Herman Deru-Mawardi Yahya yakni Dhabi K Gumaira mengatakan, Rabu 26 September nanti adalah sidang putusan. Oleh karena itu, pihaknya yakin memenangkan sidang tersebut.

“Kita yakin menang, tidak ada masalah. Tapi persidangan ini jangan dihubungkan dengan pelantikan. Pelantikan itu 27 September atau November, tidak ada hubungannya dengan ini,” jelasnya.

Menurutnya, gugatan yang diajukan di PTUN tersebut abal-abal. “Penggugat RM Ishak itu bukan paslon. Kerugian dia apa dalam Pilkada ini apa. Karena jelas yang bisa menggugat adalah paslon, KPU dan Bawaslu. Jadi yakin kita akan menang,” pungkasnya. (depe)

AN