Nanan Pastikan Program Sekolah Gratis Dimulai 2019

Nanan Pastikan Program Sekolah Gratis Dimulai 2019

Walikota lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe dan Wawako Sulaiman Kohar periode 2018-2023

LUBUKLINGGAU, KORANKITO.COM – Salah satu dari 12 program prioritas Walikota Lubuklinggau-Wakil Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar (NanSuko) adalah, menerapkan sekolah gratis 100 persen. Hal ini diungkapkan saat dibincangi awak media.

Nanan sapaan akrab, H SN prana Putra Sohe, menjelaskan kalau 100 persen sekolah gratis ini memang sudah menjadi komitmen mereka sejak awal. Namun yang perlu digaris bawahi, kalau dalam pelaksanaannya tentu tidak bisa dilaksanakan secara keseluruhan.

“Tentunya bertahap, tidak hanya sekolah gratis saja namun 12 kegiatan prioritas pembangunan akan kita laksanakan secara bertahap. Bukanya ukuran kinerja nanti dinilai setelah 5 tahun kedepan, apakah 100 persen dilaksanakan atau tidak,” jelasnya.

Seperti program 100 persen sekolah gratis, untuk tahun pertama yakni tahun 2019 kemungkinan digratiskan untuk biaya tertentu, atau gratis seragam atau sepatu.

“Ya untuk diawali kemungkinan kita anggarkan untuk sekolah gratis sebesar Rp 10 miliar – Rp 15 miliar. Ini berlaku untuk semua pelajar SD, SMP maupun SMA yang kewenangannya sudah diambil oleh Pemprov. Yang pasti 2019, program ini sudah kita mulai,” ungkapnya.

Tujuan program ini diungkapkan suami Hj Yetti Oktarina Prana ini, untuk menuntaskan anak yang putus sekolah. Memang diakuinya sangat miris, kalau masih ada anak yang putus sekolah.

“Kita berharap dengan program 100 persen sekolah gratis, tidak ada lagi anak di Kota Lubuklinggau yang putus sekolah. Kita tidak mau lagi ada wali murid yang mengeluhkan soal biaya lain-lain untuk menyekolahkan anaknya, sehingga menjadi alasan untuk tidak menyekolahkan anaknya. Kita ingin, ke depan wali murid tugasnya hanya mengantarkan anaknya ke sekolah tanpa memikirkan biaya apapun,” tegasnya.

Kedepan ketika program ini dijalankan, ia berharap agar Disdikbud dan dewan pendidikan mengawasinya dengan maksimal. “Bila perlu data dan pantau, jangan sampai masih ada anak yang putus sekolah,” tegasnya. (dhia/mbam)

Berita Sejenis
1 daripada 3
AN