Penggelap Motor Tersungkur Ditembak Polisi

Gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek Plaju Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Deden Susanto (32), pelaku penggelapan motor ini hanya meringis kesakitan setelah kaki kirinya tertembus pelor aparat Unit Reskrim Polsek Plaju Palembang.

Ia ditembak petugas karena memberikan perlawanan dan berusaha kabur ketika ditangkap di dalam angkuta kota (angkot) di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Plaju, Palembang, Minggu (17/9) sekitar pukul 19.00.

Berita Sejenis

Ibu Satu Anak Diduga Bawa Kabur Motor Teman

Berdasarkan data dihimpun, pria yang tinggal di Jalan Kapten Robani Kadir, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Palembang membawa kabur motor Yamaha Mio J milik korban Ardi.

“Setelah menerima laporan korban, kita langsung melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolsek Plaju Palembang AK Rizka Aprianti didamping Kanit Reskrim Iptu Uzer saat gelar perkara dan barang bukti.

Hasil penyelidikan anggotanya, lanjut Rizka, berhasil mengetahui keberadaan pelaku. Sehingga pihaknya langsung melakukan penangkapan, namun karena melawan terpaksa diberikan tindakan tegas.

“DS ini memang sudah masuk dalam TO (target operasi) kita. Dia juga spesialis pencurian motor di area Stadion Jakabaring. Di kita (Polsek Plaju), ada dua laporan penggelapan, namun akan kita kembangkan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, selain tersangka turut juga diamankan kunci latter T dan satu STNK motor. “Rekan tersangka inisial SN sudah kita tangkap dan saat ini menjalani masa hukuman,” tegas Rizka.

Atas ulahnya, tersangka Deden aka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara di atas lima tahun.

Sementara itu, tersangka Deden berkilah terlibat aksi pencurian motor. Ia menyebutkan, dirinya sudah tiga kali melakukan penggelapan motor. “Kalau maling tidak pernah. Hanya menggelapkan saja,” katanya.

Dirinya menjelaskan sudah tiga kali menggelapkan motor. Pertama motor temannya adik tersangka Sonen, kedua motor pacar adiknya dan terakhir motor temannya sendiri.

“Motornya saya gadaikan dengan EM yang pulang di Rambutan seharga Rp1,5 juta. Uangnya sudah habis saya gunkan untuk membeli narkoba. Kunci T itu milik EM pak, dia minta diantarkan ke Jakabaring,” pungkasnya. (depe)

AN