Gudang BBM Diduga Ilegal Dibongkar Polisi

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat mendatangi gudang bbm diduga ilegal. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Gudang pengolahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal di Jalan Lettu Karim Kadir, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus Palembang didatangi Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama BPH Migas, Minggu (16/9) siang.

Berdasarkan data dihimpun, terbongkarnya gudang BBM yang diduga ilegal ini bermula dari BPH Migas Jakarta melakukan pemeriksaan dan pengecekkan di lokasi, Sabtu (15/9). Hasil pengecekkan itulah BPH Migas melaporkan ke Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Berita Sejenis
1 daripada 17

Dari dalam gudang seluas 1/4 itu yang berada di pinggiran sungai musi itu, terdapat satu unit mobil tanki dengan nopol  BG 8000 AP milik bertuliskan PT Karimata Energi Persana, serta satu unit kapal bermerek Muchtar Forest 01 berisi minyak solar sebanyak 10 ribu liter.

Selain itu, terdapat juga lima awak kapal yakni berinisial RS, MA, RH, TQ dan AW.

“Setelah kita datangi, dugaan sementara dan berdasarkan keterangan staf penjaga gudang maupun awal kapal. Minyak yang ada di dalam kapal dibeli dari Petronas,” ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat dimintai konfirmasi di lokasi gudang.

Lebih lanjut, ia mengatakan minyak yang dibeli dari Petronas ini disaring atau disuling terlebih dahulu sebelum dijual. Kemungkinan minyak berkarat atau lain sebagainya.

Kapolda menjelaskan, karena perniagaan minyak ini ilegak dan tidak mengatongi izin maka sankso hukum akan diterapkan pihaknya yakni Pasal 53 Huruf D UU Migas. Tentu sebelum itu pihaknya akan berkordinasi terlebih dahulu dengan BPH Migas dan saksi ahli.

“Untuk pemilik gudang berinisial J akan kita panggil. Nah, di dalam gudang ini ada empat buat tedmin tapi sudah hilang isinya. Bisa saja kami terapkan pasal penghilangan barang bukti. Kami imbau kepada J agar segera datang ke Polda untuk menjelaskannya,” tegas Zulkarnain.

Masih dikatakannya, untuk masyarakat yang masih menjalani bisnis minyak secara ilegal agar segera dihentikan. Sebab, pihaknya tak segan-segan akan menindak pelakunya. “Karena minyak ini menyangkut hajat masyarakat. Jadi  harus diperhatikan secara khusus,” pungkasnya. (Depe)