Polisi Bekuk Tiga Sindikat Curanmor

Ketiga pelaku saat diamankan di Polresta Palembang. foto/ist.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Tiga sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yakni Dodi alias Dudung (36), Firmansyah alias Dedek (29), dan Panimin alias Eko (32) berhasil dibekuk Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang.

Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda-beda, pada Rabu (12/9) malam. Dudung di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Kemuning. Dedek di Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I dan Eko di seputaran Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 34

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Iptu Tohirin menerangkan ketiganya merupakan target operasi dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mendapati informasi keberadaa pelaku, pihaknya langsung melakukan penangkapan.

“Mereka merupakan target operasi kita dan sudah lama dicari. Awalnya kita menangkap Dudung, dari pengakuan dia kita amankan Dedek dan Eko,” ungkap Tohirin ketika dimintai konfirmasi oleh awak media, Jum’at (14/9) pagi.

Ia menjelaskan, tersangka merupakan komplotan curanmor yang meresahkan warga Palembang. Terakhir, Dudung dan Dedek melancarkan aksinya di rumah Ahmad Darmansyah yang berada di Jalan Buruk, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, 17 Juli 2018 sekitar pukul 21.00.

Dari rumah korban, lanjutnya, kedua tersangka berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Vario dan kendaraan tersebut dijualkan kepada Eko.

“Ketiganya sudah diamankan berikut barang bukti berupa kunci latter T dan motor Honda Revo. Saat ini mereka masih dikembangkan, karena kita menduga masih ada TKP lainnya yang mereka lakukan. Dedek dan Dodi Kita kenakan Pasal 363 KUHP dan Eko Pasal 480 KUHP” jelas Tohirin.

Sementara itu, tersangka Dedek mengakui perbuatannya. Ia mengatakan, saat melancarkan aksinya dirinya bersama UT yang kini masih dalam pengejaran polisi. “Empat kali, di Pasar 16 Ilir dan Rusun pak. Tugas saya hanya mengawasi saja, UT yang beraksi,” katanya.

Ia menerangkan, motor hasil curiannya dijualkan UT kepada seseorang yang tidak dikenalnya. “UT yang jual pak. Di jual seharga Rp2 juta dan uangnya kami bagi rata berdua. Sudah habis untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tegas Dedek.

Sedangkan Dodi berkilah mencuri motor dengan Dedek. Dirinya hanya bertugas memberitahu Dedek dan UT apabila ada motor yang bisa dicuri,” Saya ini pemulung pak. Jadi, kalau ada motor yang aman dan bisa dicuri saya beritahu mereka. Saya dikasih uang Rp100 ribu,” kilahnya.

Terpisah, Eko mengaku tidak kenal dengan kedua tersangka yakni Dedek dan Dodi. “Saya beli motor Honda Revo dari teman pak, seharga Rp1,6 juta. Temen saya itu tidak kenal dengan menjual motor itu. Saya tidak kenal dengan mereka berdua,” pungkasnya. (depe)