Penganiaya Wanita Hamil Kembali Jalani Persidangan

Salah satu saksi saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Aulia Nasril, terdakwa kasus penganiyaan terhadap wanita hamil yakni Yeni Apriyanti kembali menjalani proses persidangan. Sidang kali ini beragenda mendengarkan keterangan para saksi.

Menurut korban Yeni, kejadiannya berawal dari depan pintu kedatangan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Dimana mobil Toyota Altis nopol BG 1311 QG yang dikemudikan terdakwa mundur secara mendadak hingga nyaris mengenai kendaraannya.

Berita Sejenis
1 daripada 48

Secara spontan ia pun membunyikan klakson mobil Honda Mobilio nopol NG 1727 UD yang sedang dikemudikannya bersama saksi Sherly dan saksi korban Karina. Namun hal itu membuat terdakwa tidak senang dan mengejar mobil mereka ketika hendak pulang.

“Mobil dia (terdakwa) disuruh pindah oleh satpam. Tidak lama, dia mengejar mobil kami. Saksi Sherly sempat melempar kulit jeruk ke arah mobilnya,” ungkap Yeni memberikan keterangannya saat persidangan di PN Palembang, Kamis (13/9) siang.

Ketika berhenti, lanjut Yeni, dirinya kembali terlibat adu mulut dengan terdakwa. “Saat itulah dia meludahi wajah saya sebanyak satu kali pak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yeni mengatakan karena diludahi, ia pun mengejar mobil terdakwa yang sudah pergi. Hingga akhirnya bertemu di dekat masjid Bandara SMB II Palembang. Saat itu Aulia turun dari kendaraanya dan menendang bagian depan mobilnya.

“Karena dia menendang mobil, saya keluar pak. Dia langsung memukul saya sebanyak dua kali. Melihat pemukulan itu, saudara saya Karina (saksi korban) keluar dari mobil hendak menolong dengan cara menarik tubuh dia,” tutur Yeni.

Masih dikatakannya, terdakwa mendorong Karina hingga tersungkur. Saat terjatuh itulah, Aulia membenturkan kepala Karina ke aspal. “Sherly turun dari mobil hendak menolong dan mengamankan dia. Tapi dia langsung kabur,” cetusnya.

Ketua Mejelis Hakim Efrata Happy Tarigan mengungkapkan sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan para saksi. Baik itu saksi korban maupun saksi yang saat kejadian berada di lokasi.

“Setelah ini, kita akan dengarkan keterangan dari pihak terdakwa. Dari situlah kita bisa menilai dengan berdasarkan bukti pendukung lainnya,” ujar Efrata.

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arief menjerat terdakwa dengan Pasal 351 Ayat I KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain luka-luka.

“Kita biarkan proses hukum yang berbicara. Kalau memang tidak bersalah, pasti akan dibebaskan. Namun, apabila terbukti bersalah tentu ada ganjaran pidana yang harus dijalankan oleh terdakwa,” tegas Arief. (depe)

AN