Giliran Bandar Sabu Asal Banyuasin yang Ditembak Mati

Jenazah Darmizon saat berada di RS Bhayangkara Polda Sumsel dan Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo berserta Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Farman saat menunjukan barang bukti 3 kilogram sabu yang diamankan dari tersangka. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel kembali menembak mati bandar narkoba jenis sabu-sabu. Kali ini Darmizon, warga Desa Pajar Jaya Raya II, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

Darmizon ditembak lantaran berusaha kabur saat akan ditangkap di Jalan Palembang-Betung, tepatnya depan SPBU Lubuk Lancang, Kabupaten Banyuasin, Rabu (12/9) sekitar pukul 20.00.

Berita Sejenis
1 daripada 71

Kabid Humas Polda Sumsel AKBP Slamet Widodo melalui Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Farman menjelaskan, penangkapan tersangka berawal dari pihaknya melakukan penyelidikan dengan kurun waktu selama satu bulan.

Lebih lanjut, Farman mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi tersangka akan melakukan transaksi dalam jumlah yang cukup besar. Kemudian dilakukan penyelidikan dan pencegatan di lokasi penangkapan.

“Tersangka terlihat sedang mengendarai motor, kita minta berhenti dia terus memacu kendaraannya. Dia berhenti dan langsung berlari meninggalkan motor,” kata Farman saat gelar perkara di RS Bhayangkara, Kamis (13/9) siang.

Melihat tersangka berlari, lanjut Farman, pihaknya melepaskan tembakan ke udara. Akan tetapi DM terus berupaya melarikan diri dari kejaran polisi. Sehingga pihaknya pun memberikan tindakan tegas terukur terhadap tersangka.

“Tembakan pertama mengenai bokong sebelah kiri, tersangka belum juga berhenti dan terus berlari. Kita beri tembakan ke dua mengenai punggung hingga tembus ke dada. Kita membawa ke rumah sakit, namun dalam perjalan meninggal dunia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tersangka merupakan bandar narkoba jaringan lintas provinsi. Diduga sabu seberat 3 kilogram yang diamankan dari tangan DM saat penangkapan berasal dari Aceh.

“Hasil penyelidikan kita, tersangka ini merupakan bandar yang sering memasarkan sabu di Palembang. Tapi lebih banyak bertransaksi di kawasan Banyuasin dalam jumlah yang cukup besar. Dia dikenal sangat licin dan sulit tangkap,” tegas Farman.

Masih dikatakan Farman, pihaknya mengamankan barang bukti berupa tiga bungkusan teh besar yang berisikan sabu, ponsel, dan motor yang digunakannya. “Kalau residivis tidak ada, tapi dari beberapa ungkap kasus kita selalu muncul namanya sebagai bandar,” pungkasnya. (depe)

AN