Tanggapi Isu Kepemilikan SFC, Tim Advokasi Angkat Bicara

PALEMBANG, KORANKITO.COM – Dengan adanya isu yang terkuak di dalam tim kebanggan Wong Palembang ini membuat keresahan para Masyarakat khususnya pecinta Sepak Bola. Hal ini terus menerus menjadi pembahasan hangat di kalangan publik.

Mengamati hal tersebut, Tim Advokasi peduli masyarakat turut angkat bicara terkait masalah yang beredar. Isu yang terus membludak akan kepemilikan SFC,  membuat pihak advokasi sangat peduli bagaimana masa depan SFC selanjutnya.

Ketua Tim Advokasi Masyarakat Peduli SriwijaYa FC (TAMSPSFC) M Arif Gunawan mengungkapkan, upaya tersebut dilakukan pihaknya sebagai pernyataan sikap terkait pernyataan Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang, yang menyebut bahwa SFC  bukan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan belum lama ini.

“Karena dari data yang kami miliki, pembelian klub yang awalnya bernama Persijatim Solo FC tersebut, menggunakan dana APBD Pemprov Sumsel melalui yayasan sepakbola. Tapi belakangan disebut bahwa SFC itu milik PT. SOM,” katanya dalam jumpa Pers di Caffe n Resto  Rumah tamu (12/09/2018).

Ia dan  25 orang advokat yang menjadi timnya tersebut membuat pernyataan untuk memprotes keras pernyataan yang diutarakan oleh Muddai Madang tersebut.

“Sebab dari data yang kita peroleh, bahwa saat ini 58% saham SFC masih dimiliki oleh Pemprov Sumsel melalui Yayasan Sekolah Sepakbola,” pungkasnya.

Lanjutnya,  ia juga menjelaskan bahwa pihaknya  akan menemui DPRD Provinsi Sumsel, untuk mempertanyakan persoalan ini, karena bagaimanapun juga ada dana yang dikeluarkan oleh Pemprov setidaknya butuh waktu.

“ya mungkin jika sudah terkumpul semua bukti,  tim yang bersangkutan bisa menghadap ke kami dan kalau bisa bertemu di DPRD sekalian, agar lebih jelas,” tutupnya. (nissa/mbam)

AN