Polisi Sita Rumah Mewah Milik Bandar Sabu

foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM- Ditres Narkoba Polda Sumsel menyita rumah mewah milik bandar sabu Rizki (26) yang berada di Jalan Tanjung Rawo, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB I Palembang, Rabu (12/9) siang.

Penyitaan dilakukan, setelah pengadilan setempat mengeluarkan surat keputusan atas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil penjualan narkoba oleh Rizki yang sedang menjalani masa tahanan di Lapas Merah Mata Palembang.

Berita Sejenis

Ribuan Ekstasi Gagal Beredar di Palembang

BNN Sumsel Amankan 7 Kilogram Sabu

1 daripada 86

Direktur Reserse Narkoba Polda  Sumsel Kombes Pol Farman mengatakan, rumah itu ditafsirkan seharga Rp400 juta  yang dibeli Rizki dari salah satu orang.

“Kami melakukan penyitaan ini untuk membuat para bandar narkoba miskin, sesuai dengan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Palembang. Selama empat tahun tersangka jual narkoba, bahkan dari balaik Lapas,” ungkap Farman.

Demi memuluskan bisnis haram itu, lanjut  Farman, Rizki bekerja sama dengan oknum Lapas bernama Adiman yang telah ditangkap saat hendak transaksi di Jalan Tanjung Api-api, Kecamatan Sukarami Palembang, 2 Agustus kemarin.

“Peredaran narkoba memang sudah meresahkan, bahkan siapapun bisa terlibat, salah satunya oknum sipir ini. Penyitaan seluruh aset para bandar narkoba, merupakan salah satu upaya efek jera bagi mereka,” ujarnya.

Sedangkan, Suwarni istri ketua RT 56 yang merupakan lokasi rumah bandar narkoba Rizki mengaku, rumah tersebut baru direnovasi sejak satu tahun terakhir.

“Sekitar dua tahunan rumah ini sudah ditempati. Dari awal renovasi sampai sekarang, saya belum tahu yang mana pemilik rumah. Saya tidak tahu kalau ternyata bandar narkoba yang punyanya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Selama proses renovasi itu, hanya pekerja dan pesuruh yang menempati rumah. Pesuruh tersebut mengaku bahwa pemilik rumah berdomisili di Jakarta sehingga belum bisa menempati rumah tersebut.

Suwarni mengaku, pernah melihat seorang perempuan yang datang ke rumah tersebut. Menurut pegawai di rumah itu, perempuan tersebut merupakan orangtua dari pemilik rumah yang datang untuk mengecek saat dilakukan renovasi.

“Belum lama ini katanya yang punya rumah mau yasinan, syukuran rumah ini. Tapi sekarang malah disita polisi sebelum yasinan,” tambah Suwarni.

Berdasarkan data dihimpun, Rizki divonis 20 tahun penjara dan baru menjalani empat tahun masa tahanan sejak 2014 lalu. Rumah mewah itu dibeli dan direnovasi oleh Rizki selama mendekam di Lapas Merah Mata Palembang.

Rizki membayar suruhannya itu untuk menunggu rumah tersebut. Namun, saat penggerebekan orang suruhan tersebut tidak lagi terlihat. (depe)

AN