Nekat ! Sopir Pribadi Curi Uang Majikan

Gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek IB I Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Air susu dibalas air tuba, pepatah ini pantas disematkan kepada Erwin (34) warga Kelurahan Gasing, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Sebab, pria yang bekerja sebagai sopir ini nekat mencuri uang sebesar Rp3,7 juta di rumah majikannya Yulia Ulfa. Atas ulahnya, Erwin terpaksa mendekam di sel tahan Polsek IB I Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 33

Menurut pengakuan Erwin, aksinya itu berawal ketika dirinya disuruh korban untuk mengambil daging hewan qurban. Selepas itu ia mendatangi rumah majikannya dan menemukan kunci rumah.

“Majikan saya bilang mau mudik. Tapi sebelum itu menitipkan untuk ambil daging qurban. Pas kesana menemukan anak kunci rumahnya pak,” kata Erwin ketika gelar perkara di Mapolsek IB I Palembang.

Ia menambahkan, karena pengambilan daging qurban masih lama, dirinya masuk ke rumah korban melalui pintu depan. Saat berada di dalam, Erwin langsung menuju kamar tidur Yulia.

“Saya mengambil uang korban dari lemari di kamar pak. Agar tidak ketahuan saya simpan di celana dalam. Waktu mengambil uang itu, ternyata dia pulang dan saya dibawa ke sini,” ungkap Erwin

Dirinya menerangkan sudah tiga tahun bekerja sebagai sopir di rumah korban. Oleh karena itulah, Erwin mengetahui tempat Yulia menyimpan uang dan barang beharga lainnya.

“Saya biasa melihat anaknya mengambil uang di dalam lemari itu pak. Tinggal dibuka sedikit saja, sudah bisa mengambilnya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Erwin, rencananya uang yang ia curi akan digunakannya untuk persalinan istrinya. Hanya saja dirinya kepergok oleh korban. Sehingga dirinya pun digelandang ke Polsek IB II Palembang.

Sementara itu, Kapolsek IB I Palembang Kompol Masnoni didamping Kanit Reskrim Iptu Azwan membenarkan pihaknya sudah menerima serahan satu  orang diduga pelaku pencurian.

“Setelah kami periksa, kami temukan uang yang dicurinya di celana dalam. Uang itu sebanyak Rp3,7 juta. Kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun,” pungkasnya. (depe)

AN