Diduga Culik Advokat, Pamen Mabes Polri Dilaporkan ke Polda Sumsel

Keluarga korban saat membuat laporan di SPKT Polda Sumsel. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Seorang perwira menengah (Pamen) dari Mabes Polri berpangkat kombes inisial HN dilaporkan ke Polda Sumsel, Jum’at (31/8/2018) siang. Ia diduga menculik dan menganiaya Ade Saputra yang berprofesi sebagai advokat.

Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Sumsel Amin Tras mengatakan, kejadian itu terjadi di simpang empat Sukatani Dolog, Jalan Sukatani, Kelurahan Sako, Kecaamatan Sako Palembang, Kamis (30/8/2018) sekitar pukul 23.00.

Berita Sejenis
1 daripada 48

Dimana berawal ketika korban sedang berada di tempat makan dan dijemput oleh HN dengan mengendarai mobil. Kemudian, terlapor membawa korban mengarah ke kawasan Sako. Saat berada di mobil itulah HN menganiaya Ade.

Merasa curiga melihat korban dijemput secara mendakak, istri serta keluarga yang lain menggiring mobil HN dari arah belakang. Ade berhasil melarikan diri setelah memecahkan kaca dan melompat keluar. Hingga akhirnya ia dibantu oleh warga sekitar.

“Ada delapan motor trail yang diduga kelompok dari Kombes HN mengejar Ade. Bahkan, mereka sempat melepaskan lima kali tembakan mengenai ban mobil. Korban diselamatkan warga setempat,” ungkap Amin usai melapor di SPKT Polda Sumsel.

Ia menambahkan, motif aksi yang dilakukan Kombes HN terhadao HD diduga masalah dendam lama. Namun dirinya tidak mengetahu dendam apa yang dimaksud. “Kami sebagai organisasi advokat membackup korban untuk perlindungan hukum. Sebab Ade adalah Bendahara DPD KAI Sumsel,” ujarnya.

Diapun berharap pihak Kepolisian untuk cepat mengusut kasus tersebut, sehingga Kombes HN bersama para kelompoknya yang melakukan penculikan itu bisa diproses hukum. “Korban luka di leher dan memar akibat dipukul menggunakan stik baseball. Anak dan istrinya juga trouma,” ungkap Amin.

Sementara itu, Kepala SPKT Polda Sumatera Selatan AKBP Munaspin membenarkan laporannya telah diterima dan akan dilakukan tindaklanjuti. “Benar laporannya telah diterima dan sekarang sedang dilakukan tindak lanjut,” kata Munaspin. (depe)

AN