Setahun Buron, Begal Sadis Jualan Pempek

Suasana gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek SU II Palembang. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Setahun menjadi buronan polisi, Angga Septian (25), begal sadis saat melancarkan aksinya diringkus Unit Buser Polsek SU II Palembang saat berjualan pempek di Kota Tanggerang, Provinsi Banten.

“Selama melarikan diri ke Tanggerang, saya buka usaha pak. Berjualan pempek di sana,” ungkap Angga ketika gelar perkara dan barang bukti di Mapolsek SU II Palembang, Senin (13/8/2018) sekitar pukul 12.00.

Berita Sejenis
1 daripada 52

Ia mengungkapkan selama melarikan diri, dia berpindah-pindah tempat. “Pertama lari ke dusun pak, setelah itu ke jambi dan terakhir tinggal di Tanggerang,” jelas bapak dua anak asal Desa Jermun, Kecamatan Pampangan, OKI ini.

Berdasarkan data dihimpun, Angga bersama ketiga temannya yang sudah ditangkap membegal Aprizal di Jalan KH Azhari, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan SU II Palembang, Jum’at, 1 September 2017 sekitar pukul 01.00 dini hari.

Aprizal tewas mengenaskan setelah ditembak pelaku dengan senjata api rakitan (senpira) di bagian kepala. Bahkan, sepeda motor Honda Beat milik temannya yang dipinjam oleh korban dibawa kabur oleh kawanan pelaku.

“Saya tembak dua kali pak. Pertama diarahkan ke badan, tapi tidak meletus. Tembakan ke dua diarahkan ke kepala dan kena. Dia langsung tersungkur, kemudian motornya kami bawa kabur. Pistol itu milik teman saya,” ujar Angga.

Masih dikatakan Angga, motor korban dijualkan kepada YN seharga Rp2,5 juta dan uangnya dibagi empat. Ia mendapatkan bagian Rp1 juta. “YN minta carikan motor, makanya kami membegal pak. Uang hasil jual motor sudah habis untuk melarikan diri,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek SU II Palembang Kompol Okto Iwan Setiawan didampingi Kanit Reskrim Ipda Novel mengatakan setelah dilakukan pencarian, tersangka AS berhasil diringkus anggotanya di Tanggerang, Banten.

“Saat mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Tanggerang, anggota kita melakukan kordinasi dengan polsek setempat dan berhasil mengamankannya. Dia merupakan pelaku utama dan yang mengeksekusi korban,” ujar Okto

Dirinya menambahkan, untuk barang bukti berupa sepeda motor sudah diamankan bersamaan dengan tiga pelaku yang sudah ditangkap sebelumnya. “Kita kenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun,” tuturnya.

Okto menjelaskan, modus yang digunakan kawanan pelaku dengan cara membuntuti korban. Setelah berada di lokasi mereka menghadang Aprizal. “Selanjutnya ditembak di bagian kepala, hingga meninggal dunia,” pungkasnya. (depe)

AN