17 KG Sabu Asal Medan Diamankan BNN Sumsel

foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menggagalkan peredaran gelap narkoba jenis sabu sebanyak 17 kilogram.

Penangkapan itu terjadi di salah satu parkiran hotel yang ada di kawasan Jalan Puncak Sekuning, Kelurahan Puncak Sekuning, Kecamatan IB I Palembang, Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 19.00.

Berita Sejenis
1 daripada 63

Selain sabu, aparat BNNP Sumsel juga mengamankan lima orang tersangka, dua diantara ditembak mati lantaran melawan serta berusaha kabur ketika dilakukan penangkapan.

Identitas ke lima tersangka yaitu HI (21) warga Kabupaten Pali, MI (47) warga Pekan Baru, SU (38) warga Medan. Sedangkan yang ditembak mati yakni ER (38) warga Medan dan GI (23) warga Kabupaten Pali.

Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan, penangkapan ini berawal ketika pihaknya menerima informasi masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di lokasi.

Menindaklanjuti informasi itu, lanjut Jhon, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan.

“Tadi malam kita berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sabanyak 17 Kg dalam kemasan terbaru. Keberhasilan ini berkat kerja sama BNN Sumsel dan masyarakat,” ujarnya.

foto/depe.

Dalam gelar perkara dan barang bukti di RS Bhayangkara Palembang, Jum’at (10/8/2018) pagi, Jhon mengatakan barang haram tersebut berasal dari Medan yang dibawa oleh SU, MI dan ER.

“Mereka dari Medan mengendarai mobil pribadi dengan tujuan ke Palembang. Setiba di sini, sabu-sabu itu akan diberikan kepada Hi dan GI. Ketika transaksi itulah mereka kita tangkap,” katanya.

Masih dikatakannya, saat penggerebekan itu dua pelaku tertembak hingga meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Sabu sebertat 17 Kg itu ditemukan di bawah tempat duduk.

“Yang meninggal dunia merupakan ER bandarnnya. Sementara GI kaki tangan bandar narkoba. Dia diperintahkan kakak kandungnya dari dalam Lapas untuk mengambil sabu itu,” jelas Jhon.

Selanjutnya, Jhon mengungkapkan akan berkordinasi dengan BNN Medan untuk mengejar satu pelaku lainnya berinisial I.

“Apakah ada keterkaitan dengan yang ditangkap di PALI masih kita dalami. Mereka ini jaringan internasional. Saya imbau kepada masyarakat mari sama-sama memberantas narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka SU mengakui dirinya tidak mengetahui kalau membawa sabu. “Saya ditawarkan mau bawa mobil tidak, karena saya mengganggur jadi mau. Baru pertama kali ini pak,” tutupnya. (depe)