Setahun Buron, Spesialis Bobol Dealer Motor Ditembak Polisi

Direktur Ditreskrimum Kombes Pol Budi Suryanto saat bertanya kepada tersangka Soke. foto/depe.

PALEMBANG, KORANKITO. COM – Setelah setahun dicari polisi. Soke Mutakin (41), spesialis bobol dealer motor ini ditangkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Bahkan, dia terpaksa dilumpuhkan timah panas di kakinya.

Tersangka Soke ditangkap di seputaran tempat tinggal di Jalan Rawa Sari, Lorong Purnama, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang, Rabu (8/8/2018) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Berita Sejenis
1 daripada 20

Berdasarkan data dihimpun, tersangka bersama kompoltannya yang berjumlah tiga orang yakni Heri (sudah ditangkap), Dodi (sudah ditangkape) dan RN (DPO) sudah melakukan pembobolan dealer motor sebanyak 10 lokasi yang ada di Sumsel.

Salah satunya, dealer Cikande Motor yang berada di Jalan Tanjung Api-api, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang, pada Minggu 17 Januari 2017. Dimana para pelaku mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan kendaraan roda empat.

Kemudian, tersangka Sohe bersama Dodi masuk ke dalam dealer dengan cara merusak kunci gembok menggunakan kunci L dan linggis. Sedangkan tersangka Heri menunggu di dalam mobil seraya mengawasi keadaan sekitar.

Dari lokasi, pelaku berhasil menggondol satu unit sepeda motor Honda CBR, tiga buah jaket, satu brankas berisikan 30 buku BPKB dan 15 kunci kontak motor, dan enam unit ponsel. Akibat kejadian itu, pihak dealer mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Direktur Ditreskrimum Kombes Pol Budi Suryanto melalui Kasubdit III Jatanras AKBP Yoga Baskara mengatakan, setelah mengamankan dua tersangka, pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap satu orang tersangka lainnya.

“Semalam satu orang DPO (daftar pencarian orang) dari LP (laporan polisi) Januari 2017 berhasil kita tangkap. Sebelumnya kita mengamankan terlebih dahulu tersangka Heri alias Jak yang sudah menjalani hukuman,” katanya.

Dalam gelar perkara dan barang bukti di Mapolda Sumsel, Rabu (8/8/2018) siang, ia mengatakan pelaku bersama komplotannya sudah beraksi sebanyak 10 kali. “Rata-rata di Palembang. Tapi baru dua laporan yang kita dapatkan,” ujar Baskoro.

Sementara itu, Soke mengakui perbuatannya. Ia mengaku baru pertama kalinya melakukan aksi pencurian itu. “Diajak teman. Motornya teman yang jual, seharga Rp10 juta. Uangnya kami bagi-bagi,” kata pria asal Jawa Tengah ini.

Dia menambahkan, pernah mendekam di penjara karena kasus bobol minimarket tahun 2016 kemarin. “Saya yang masuk dengan cara merusak gembok menggunakan kunci L. Dua orang yang menunggu di luar,” tutup Soke. (depe)

AN