Ribuan Masyarakat OKI Sambut Kirab Obor Asian Games. Ini Ungkapan Bangga Alex Noerdin

foto/dok

KAYUAGUNG, KORANKITO.COM – Setelah berkeliling di beberapa wilayah di Sumatera Selatan, seperti Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Pali, serta Prabumulih, Selasa (7/8), Torch Relay obor Asian Games melintasi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai daerah terakhir di wilayah Sumatera Selatan.

Kirab obor ini dimulai dari komplek olahraga Jakabaring Sport Center Palembang, kemudian dibawa tim rombongan secara estafet menuju ke Perkantoran Pemda Ogan Ilir (OI). Selanjutnya diserahkan kepada Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam untuk dibawa ke alun-alun kota Ceramah Seguguk.

Selanjutnya, obor Api Asian Games yang dibawa dan diarak dari simpang Celikah di wilayah perbatasan kabupaten OI dan OKI diteruskan ke wilayah kabupaten Ogan Komering Ilir. Di perkantoran Pemda OKI Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar SE, menerima dan menyambut kedatangan rombongan pembawa api obor.

foto/dok
Berita Sejenis
1 daripada 19

Sama seperti di daerah kabupaten lain, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin diberi kesempatan untuk menyampaikan kata sambutan.

Disaksikan ribuan masyarakat, di gedung perkantoran Pemda OKI, Gubernur menyampaikan bahwa, Asian Games sangat bermakna baginya dan khususnya masyarakat Sumsel, karena Sumsel dapat menjadi tuan rumah mendampingi Jakarta, dan mengalahkan provinsi lain.

Di Kayu Agung ibu kota Kabupaten OKI, Gubernur Alex Noerdin melepas api yang bersumber dari api abadi India dan Mrapen, Jawa Tengah tersebut bersama tim torch relay menuju ke perbatasan Sumsel dengan Provinsi Lampung untuk selanjutnya memasuki daerah Sang Bumi Ruwa Jurai sebelum menyeberang Selat Sunda menuju Jakarta.

“Hari ini sebagai bentuk tanggung jawab saya, api obor Asian Games XVIII ini saya antarkan hingga ke Kabupaten Ogan Komering Ilir yang selanjutnya dibawa tim torch relay ke perbatasan Lampung. Selanjutnya akan menjadi  tanggung jawab Gubernur Lampung,” kata Alex Noerdin.

Bukan tanpa alasan Gubernur berbangga, pasalnya karena persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari dan sangat matang. “Sejak dulu Palembang mempunyai catatan bagus, kita menyelenggarakan pesta olahraga, dimulai sejak PON dilanjutkan Sea Games 2011, Islamic Solidaritas Games 2013 dan serta sebentar lagi akan diadakan Asian games,” ujar Alex bangga.

“Asian Games yang tinggal sebelas hari lagi, bukan hanya Jakarta tetapi Palembang Sumsel, kita pantas menjadi tuan rumah, kita punya komplek olahraga salah satu terhebat di dunia, Jakabaring Sport City dengan lahan seluas 50 hektar dan venue olahraga berstandar nasional,” ungkap Alex.

Alex Noerdin mengatakan, “Masyarakat OKI patut berbangga karena bisa menyaksikan obor Asian games dari India yang dibawa ke Indonesia, tepat pada hari ini sedang berada di Kayuagung dan akan terus ke Lampung menyeberang selat Sunda dan terus akan masuk ke Jakarta dibawa pada saat pembukaan di gelora Bung Karno,” ungkapnya lagi.

“Mengapa kita terpilih, karena daerah kita Sumsel, termasuk OKI, wilayah yang kondusif dan belum pernah terjadi kerusuhan antar etnis beragama,” ujarnya.

“Di samping itu dampak dari terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games, Provinsi Sumsel, khususnya Kota Palembang mendapat meningkatkan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan empat ruas jalan tol, dua buah jembatan Musi, pembangunan flyover, rumah sakit provinsi serta LRT,” kata Alex lagi.

Kini provinsi Sumsel menjadi salah satu provinsi yang disegani di Nusantara dan berterimakasih kepada masyarakat OKI yang begitu antusias menyambut obor Asian Games yang selanjutnya akan menyalakan api velodrome di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.

foto/dok

Sementara itu Bupati Ogan Komering Ilir, Iskandar SE mengaku senang karena OKI salah satu satu daerah yang dilewati, dan ia berterimakasih kepada Gubernur Sumatera Selatan karena telah melakukan persiapan yang matang untuk sukses terselenggaranya acara tersebut.

“Kita laksanakan penyambutan, saya berharap penyelenggara Asian Games berjalan sukses dan menghasilkan prestasi yang baik nantinya,” ungkap Iskandar.

Kabupaten OKI menjadi wilayah terakhir di Sumsel yang dilewati tim pembawa api obor yang diketuai Tim Tourch Relay Inasgoc Permana Sunuh.

Kirab obor diteruskan ke provinsi Lampung selanjutnya menyeberangi selat Sunda dan masuk ke provinsi Banten dan tepat waktunya sesuai jadwal tiba di Jakarta. (mbam)

AN