Kapolda Sumsel Tinjau Lokasi Kebakaran Hutan Di Wilayah OKI

Bupati OKI dan Kapolda Saat Meninjau Lokasi Kebakaran

OKI, KORANKITO.COM – Kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengancam. Hal itu ditandai dengan terjadinya kebakaran lahan di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (18/7), untuk itu Bupati OKI bentuk Tim Investigasi dan akhirnya api bisa dipadamkan.

Kapolres OKI, AKBP Ade Haryanto melalui Kasubag Humas Polres OKI, Ipda Ilham Parlindungan, Kamis (19/7). Mengatakan pasca  kejadian tersebut, pemegang jabatan tertinggi baik di jajaran Polres OKI, Kodim 0402 OKI, Bupati OKI dan Kapolda Sumsel langsung terjun ke lokasi karhutla di Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur.

Berita Sejenis
1 daripada 3

Polres OKI dan jajaran langsung turun dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. “Kalau yang kemarin, sudah di police line oleh pidsus untuk dilakukan penyelidikan oleh aparat, jadi sementara lahan tidak bisa digunakan dulu,” ungkap Ilham

Menurutnya, penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kebakaran ini diakibatkan oleh kelalaian atau disengaja, atau bahkan ada unsur sabotase. “Jadi masih dalam proses (penyelidikan), tidak sembarangan menentukan orang itu salah atau tidaknya. Terbukti atau tidaknya ada kelalaian tidak secepat itu, ini bukan seperti pidana biasa,” jelas Ilham.

Ilham menambahkan, lahan-lahan tersebut ada beberapa jenis seperti lahan milik warga, atau milik perusahaan. Jika lahan tersebut merupakan lahan milik warga dan tidak dimanfaatkan tetap pemilik lahan akan diperiksa termasuk perangkat desa yang juga akan dimintai keterangan. “Kalau itu punya perusahaan, perusahaannya yang akan kita periksa,” tegasnya seraya menambahkan akan mengusut tuntas kasus karhutla ini.

Jika belajar dari pengalaman, lanjutnya, karhutla ini ada beberapa unsur penyebab seperti kelalaian dan kesengajaan. Oleh karena itu, sejak jauh hari pihak Polres OKI memaksimalkan sosialisasi dan memberikan imbauan baik berupa maklumat berupa spanduk maupun persuasif kepada masyarakat agar tidak membakar ataupun membuka lahan dengan cara membakar.

“Sekarang yang digedor itu perangkat desa untuk lebih tegas lagi mengimbau kepada warga yang beraktifitas di kebun atau lahan. Termasuk ditegaskan kepada warga yang punya lahan dan dibiarkan lahannya tidak dimanfaatkan, kami imbau keras agar itu dijaga supaya tidak terbakar dan dimanfaatkan oleh oknum hingga disabotase (dibakar),” tegasnya.

Masih kata Ilham, saat ini sudah ada 13 posko terpadu yang berisi gabungan antara Polri, Manggala Agni dan beberapa satuan lainnya. Selain itu, di Polri, dalam jajaran sampai ke Polsek-polsek sudah menjadi tradisi dan tanggungjawab masing-masing untuk menjaga wilayah.

“Ke depan, wacana Kapolres, dalam waktu dekat akan dibentuk Satgas Karhutla untuk lebih aktif dan giat mengantisipasi hingga menangani kejadian (Karhutla) ini,” tandasnya

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Daerah Sumatera Selatan (Kapolda Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengucapkan terima kasih kepada Bupati OKI, H Iskandar SE serta Kodim 0402/OKI, Kapolres OKI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). “Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah padam semua, mulai Rabu (18/7) siang menjelang Magrib,” ungkap Kapolda usai latihan menembak di Mapolda Sumatera Selatan

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kecamatan Pedamaran Timur, Kabupaten OKI. Lokasinya di kawasan perkebunan. “Menurut pengamatan kami, ini bukan bencana alam. Namun (lahan sengaja) dibakar. Oleh karena itu, kami fokus melakukan penyidikan,” tegas jenderal bintang dua itu

Masih kata Kapolda, Bupati OKI H Iskandar SE setuju bahwa orang yang membakar hutan dan lahan ditembak di tempat. “Bupati (OKI) pun setuju, orang yang membakar (hutan dan lahan) ditembak di tempat,” tegasnya.

Kapolda berharap agar masyarakat sadar untuk tidak melakukan pembakaran. “Saya harap masyarakat sadar untuk tidak melakukan pembakaran (hutan dan lahan). Mari bersama menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup anak cucu,” pungkasnya.

Beruntung ancaman bencana kabut asap tersebut dapat langsung ditanggulangi oleh pemerintah dan masyarakat, TNI/Polri, swasta dan stakeholder lainnya yang berjibaku memadamkan api. Jika bukan karena force majeure (di luar kuasa dan kehendak manusia), kabut asap dipastikan tidak akan membayangi apalagi sampai menyentuh Asian Games, 18 Agustus hingga 2 September mendatang.

Dikonfirmasi sebelumnya, Bupati OKI H Iskandar SE mengatakan, kejadian karhutla ini memang baru terjadi (lagi) setelah tiga tahun lalu. “Baru sekarang yang kelihatan cukup luas, kalau dulu spotnya sedikit, dan dengan luas di bawah satu hektare, dan skrng lebih dari 10 hektare,” jelasnya kepada Simbur Sumatera.

Sekarang, tambah dia, kalau ada titik api langsung keroyok. “Semuanya turun, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat untuk melakukan tindakan pemadaman. Masyarakat juga, kalau melihat ada api segera lakukan pemadaman,” tegasnya.

Bupati H Iskandar SE langsung memerintahkan jajarannya untuk segera membentuk tim investigasi terkait bencana kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) di Kabupaten OKI.

Dirinya juga memerintahkan agar tim pemadam dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI untuk terus memantau kejadian ini. “Kami akan bahas ini di rapat forkopimda agar segera dibentuk tim invetigasi agar tau permasalahan lahan yang terbakar ini,” katanya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar pihak BPBD OKI menyurati pihak perusahan untuk bertanggungjawab terhadap kejadian ini dan agar api di lokasi wilayah mereka segera padam. “Saya tegaskan, api harus padam dalam satu hari ini. Saya ingatkan, jangan coba-coba bermain api. Saya tidak tenang dengan adanya kebakaran lahan ini, karena mencakup nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir,” tegasnya seraya menambahkan, Indonesia akan menjadi tuan rumah even internasional, Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. endri/mbam

AN