Konflik Panjang Atalarik Syah-Tsania Marwa Berbuntut Laporan ke Polisi

Atalarik Syah dan Tim kuasa hukum. Foto/dok

KORANKITO.COM-Konflik suami istri Atalarik Syah dan Tsania Marwa memasuki babak baru. Berjalan cukup panjang dan belum ada penyelesaian, malah Atalarik melaporkan Marwa ke kantor polisi dengan tudingan pencemaran nama baik.

“Saya mau di posisi berdamai yang tidak dimanfaatkan, karena saya melihat tidak ada ikhtiar dari ibunya anak-anak dan keluarganya ke saya selama satu tahun.

Jadi sementara saya melihat, kalau saya bisa menahan ini semua, cuma saya melihat jauh ke depan. Ini yang diserang, anak-anak yang tidak berdosa dikemudian hari. Anak-anak saya bukan publik figur masa kena dampak medsos? Saya ingin anak-anak saya punya imej yang baik akan kehidupannya,” ungkap Atalarik Syach di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (11/7).

Atalarik mengaku, pelaporan terhadap Tsania Marwa dan beberapa pihak merupakan bentuk perlindungan hukum. Langkah tersebut dirasa perlu dilakukan, mengingat anak-anak menjadi korban konflik orang tuanya.

Benarkah aksi Marwa yang membongkar aib rumah tangga menjadikan Atalarik dan anak-anak korban pemberitaan?

“Saya orang dewasa, dari kecil saya juga sudsh jadi artis, tahan dengan namanya gosip fitnahan apa segala macem. Tapi kalau anak-anak saya belum tentu kuat. Media lebih tahu (Marwa bersalah atau tidak). Silakan cari sendiri. media punya lebih banyak file. Saya melaporkan dia juga nggak komunikasi dulu, dia juga laporkan saya tanpa bilang,” jelas Atalarik.

Meski hubungannya dengan Marwa semakin buruk, namun Atalarik sebagai ayah tak akan melarang sang istri bertemu anak-anaknya. Asalkan Marwa datang cara baik-baik, yakni ke rumah Atalarik yang berada di kawasan Cibinong, Jawa Barat.

“Atalarik sudah berpisah dengan mantan dan kita tahu anak terhadap orangtua tidak bisa dipisahkan. Yang perlu saya klasifikasi, jadi bahwa Atalarik tidak pernah melarang anaknya untuk ketemu ibunya karena itu diatur kita tahu bahwa setiap anak itu berhak bertemu dengan orang tua, artinya Atalarik paham seandainya Atalarik melarang itu ada sanksi hukum pidananya,” tutup Herry Darman, pengacara Atalarik. O tri/mbam

AN