Demi Cinta, Eza Gionino Minggat dari Rumah dan Di Cap Anak Durhaka

KORANKITO.COM-Hubungan Eza Gionino dan Meiza Aulia Coritha (Eca) terganjal restu. Ruch Gaya, ibunda pesinetron tampan itu, tak mau menerima Eca sebagai calon menantu. Lantaran cinta tak direstui, Eza terpaksa mengundur rencana pernikahan dan pergi meninggalkan rumah untuk menenangkan diri.

“Ini hal luar biasa sekali. Ini yang pertama kali dalam hidup saya, saya punya masalah dengan ibu saya sendiri. Seumur hidup saya sayang banget sama ibu saya. Secara pekerjaan dan hal apapun saya lakukan demi mama. Cuma sampai akhirnya sekarang saya sudah 28 tahun, saya merasa sudah cukup dewasa, sudah waktunya untuk create keluarga sendiri. Saya harus punya anak yang nantinya juga cucu untuk mama saya. Cuma karena di sini permasalahannya mama kurang setuju dengan calon pasangan saya,” papar Eza ditemui di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/7).

“Sebenarnya niatan saya adalah sebelum tanggal 13 ini saya ada jadwal ke Bali, niatan saya mau pulang ke rumah mau sowan ke ibu saya. Saya pengen bilang, ‘saya pengen menikah’. Tapi apa pun jawabannya, misalnya tapi, naudzubillah semoga mama membuka hatinya sedikit saja bukan hanya untuk saya, tapi untuk calon pasangan saya. Nantinya saya akan punya anak, mau sampai kapan seperti ini,” lanjut Eza.

Seharusnya pernikahan Eza dan Eca digelar 6 Juli lalu. Namun karena sejumlah alasan, momen bahagia terpaksa ditunda, padahal Eza sudah mendaftarkan pernikahan di KUA Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

“Seharusnya tanggal 6 Juli kemarin, saya buka saja, tapi akhirnya mundur karena banyak hal. Satu, kondisi dari keluarga Eca ada yang sakit. Terus, mama juga seperti ini,” ucap Eza.

Eza semakin sedih, karena tak hanya pernikahannya yang ditunda, tapi juga dituding jadi anak durhaka oleh ibunya sendiri. Mendengar tudingan tersebut, Eza hanya bisa mengelus dada.

“Saya pengen tanya, saya durhaka seperti apa? Konotasi durhaka menurut saya, nggak tahu kalau orang lain, kalau durhaka menurut saya, saya usir ibu saya dan semua orang dari rumah dan saya hidup dengan keinginan saya sendiri, itu baru saya durhaka. Ini saya tinggalin rumah, tinggalin semuanya saya nggak bawa apa-apa. Cuma bawa baju-baju untuk syuting saya, satu pun barang nggak ada saya bawa. Saya pergi dari rumah bukan berniat meninggalkan ibu saya, tidak. Sumpah Demi Allah. Seharusnya ini masalah keluarga yang tidak harusnya menjadi konsumsi publik. Tapi karena sudah terlanjur ya mau bagaimana. Ini saya sebagai anak di sini, saya tinggalin semua untuk bekerja. Selama saya tinggalin mama, saya berharap saya berdoa, makanya saya minta Habib Al Kaf untuk bantuannya. Doa apa saja yang harus saya lakukan,” paparnya.

Lewat preskon di hadapan awak media, Eza mengungkapkan permohonan pada sang bunda. Ia meminta Ruch membuka hati dan merestui pernikahannya dan Meiza.

“Yang saya harapkan cuma satu, ma tolong buka hatinya sedikit saja, sedikit saja. Buat saya, buat Eza. Eza anak mama, mama tahu kayak gimana sayangnya Eza. Eza nggak pernah dendam sama mama. Pernah marah-marah sama mama? Nggak. Terakhir saya mau pergi dari rumah, karena di saat terakhir kali saya bilang, ‘Ma, Eza mau nikah sama Eca’, mama langsung marah. Wajar, maklum ya, kita pasti semua punya ibu, ibu itu semakin tua kembali seperti anak kecil lagi.

Saya berusaha untuk mengerti. Karena saking sayangnya saya sama mama, saya dua tahun berjuang untuk menyatukan mama dan Eca. Dua tahun bukan waktu sebentar dan selama dua tahun itu saya harus bekerja dan banting tulang untuk keluarga. Selama di pekerjaan saya harus senyum. Berat itu, berat sekali. Ditambah lagi saya bekerja, saya disebut anak durhaka. Durhaka yang seperti apa? Mungkin di mata orang lain saya meninggalkam ibu saya gitu saja. Tapi apa kalian tahu seperti apa rasanya dan kenyataannya? Saya baca hujatan-hujatan itu di handphone saya dan saya harus terima dengan lapang dada. Saya bukan nabi, saya masih manusia,” tutup Eza. O tri/mbam