Tambahan Dua Bukti Baru, Kuatkan Dugaan Ijazah ‘Aspal’ Mawardi Yahya

Syamsul Rizal dan dua Alumni STM Pertambang Palembang Syahril Anwar dan Helmansyah, serta dua lembar surat pernyataan. kolase korankito.com

Palembang-Kasus dugaan kejanggalan ijazah palsu STM Pertambangan atas nama  Mawardi Yahya yang diketahui merupakan salah satu Cawagub yang akan mengikuti kontestasi Pilgub Sumsel 2018 berpasangan dengan H Herman terus berlanjut.

Hal itu diungkapkan Syamsul Rizal kepada awak media di sebuah restoran dikawasan Jalan Soekarno-Hatta Palembang, Selasa (12/6/2018).

Berita Sejenis
1 daripada 6

Syamsul Rizal mengungkapkan bahwa saat ini telah mengantongi bukti tambahan berupa dua surat pernyataan dari Syahril Anwar dan Helmansyah yang merupakan 2 alumni STM Pertambangan Palembang angkatan tahun 1977 yang dengan tegas menyatakan bahwa selama mereka menjadi siswa sama sekali tidak tahu dan sama sekali tidak mengenal Mawardi Yahya sebagai Alumni STM pertambangan palembang angkatan tahun 1977.

Dalam surat pernyataan yang dibuat dihadapan Notaris, kedua alumni itu menyatakan sebagai alumni STM Pertambangan tahun 1975-1977 mereka tidak pernah mengenal maupun melihat Mawardi Yahya sebagai Siswa STM Pertambangan Palembang.

Sementara kepada awak media Syamsul Rizal juga menyampaikan bahwa beberapa hari yang lalu sudah mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk menyampaikan data-data pendukung kejanggalan ijazah STM Pertambangan Palembang atas nama Mawardi Yahya, dan kedepan akan terus mendesak agar aparat terkait dapat menindaklanjutinya agar proses hukum tetap berjalan dan segera dilakukan penyidikan atas laporan tersebut.

“Saya sudah memiliki banyak data, ditambah lagi dengan surat pernyataan dari 2 alumni ini, saya sangat benci ada orang yang berjuang untuk sekolah dengan benar tapi ada juga yang tidak sekolah dan hanya dengan bayar Rp20 juta dapat ijazah,”tegas Syamsul Rizal.

“lalu setelah dikantonginya dua surat pernyataan alumni ini, kami akan melakukan aksi yang lebih besar ke Dinas Pendidikan Prov Sumsel dan Mapolda Sumsel untuk selanjutnya juga akan melakukan aksi di Mabes Polri Jakarta, agar laporan kami ini mendapat atensi dari pihak-pihak yang berwenang” pungkas Syamsul.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Aminulah Ketua Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPAKKN) Sumsel menyampaikan bahwa Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan segera memberikan daftar peserta ujian dan siswa yang lulus ujian STM Tambang ditahun dimana diduga salah satu kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel dinyatakan lulus ujian.

Kalau didaftar tersebut ada nama kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel berarti ijazah STM Tambang yang selama ini digunakan asli tapi jika tidak, tentu pihak kepolisian harus segera bertindak.

Kemudian lanjut Aminulah, mungkin ini adalah satu satu cara untuk mengungkap kebenaran yang selama ini belum terungkap.

“Kita berharap pihak Disdik provinsi Sumsel bisa kooperatif dan tidak berusaha untuk menutup-nutupi pengungkapan dugaan ijazah ‘Aspal’ ini karena sudah kita laporkan ke Bareskrim Polri,”katanya

Dan senada dengan Syamsul Rizal, Aminullah juga menghimbau kepada para alumni yang belum memberikan pernyataan agar dapat mengikuti jejak 2 alumni yang sudah memberikan pernyataan, agar kebenaran dapat terungkap.

“kita juga mengharapkan agar seluruh alumni untuk berpartisipasi memberikan pernyataan yang sebenar-benarnya agar, kita dapat memilih pemimpin yang amanah dan jujur”. pungkasnya (korankito.com/mbam)