Biaya Perbaikan Mobil Diduga Pakai Uang Pribadi Sopir DLHK

foto/ist.

Palembang, – Biaya perbaikan dan ganti oli kendaraan Dinas Lingkugan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang diduga menggunakan uang pribadi petugas. Padahal telah ada anggaran yang disediakan oleh pihak berwenang.

“Iya untuk biaya servis kendaraan, kami menggunakan dana sendiri. Belum ada anggaran dari kantor,” ungkap salah satu petugas DLHK Kota Palembang saat enggan menyebutkan namanya ketika ditemui di kawasab Bukit.

Senada dikatakan sopir DLHK lainnya yakni AR, ia mengaku kondisi itu sudah dialami sejak beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, pihaknya menanyakan kemanakah dana yang seharusnya digunakan, sehingga harus menggunakan uang pribadi.

“Kalau tidak percaya silahkan turun langsung ke lapangan semua petugas mengeluh. Apalagi THR yang diberikan jauh dari kata cukup,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebesihan Palembang, Faisal AR membantah adanya hal tersebut. Menurutnya, biaya servis mobil dan keperluan lainnya sudah bekerjasama dengan dealer mobil resmi.

“Tidak ada itu,  kalau mau servis itu memang ada waktu yang ditentukan,  jadi tak bisa sembarangan. Kalau ada mobil yang mau diservis kami tahu, pasti kabidnya melapor,” jelasnya.

Diakuinya, adanya petugas yang mengganti oli dan servis mobil sendiri mungkin saja terjadi lantaran petugas tersebut hendak buru-buru agar mobilnya diservis.

Namun tetap saja hal itu tak diperbolehkan lantaran pihaknya harus menertibkan setiap kendaraan hendak diservis. Jika sembarangan mengeluarkan dana, bisa-bisa pihaknya bakal diaudit BPK.

“Mungkin mereka mau cepat duluan, tetapi tetap saja tidak bisa klaim. Karena sudah ada posnua masing-masing. Kalau kita sembarangan bisa-bisa nanti diaudit BPK,” tegas Faisal. Korankito.com/depe.