Kecelakaan Maut, ‘Adu Kambing’ Sedan Lawan Truk Batubara, Korban Tewas Seorang Dokter

Dokter Agien Tri Wijaya (25), tewas dalam insiden kecelakaan lalulintas, Rabu (3/5). foto/ist

Prabumulih-dr Agien Tri Wijaya (25) Seorang dokter muda yang bertugas di RSUD Muara Enim, tewas dalam kecelakaan lalulintas, Rabu (3/5) pukul 10.00 WIB. Peristiwa  kecelakaan itu terjadi di Jalan Lintas Muara Enim-Prabumulih tepatnya di Desa Talang Bernai Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat.

Dugaan sementara mobil yang ditumpangi dr Agien ini bertabrakan dengan mobil truk pengangkut batubara. Mobil sedan Toyota Altis nopol BG 1856 UY tampak ringsek bagian depannya dengan kaca pecah. Tabrakan itu mengakibatkan dokter muda ini tewas di tempat kejadian perkara (TKP)  dengan kondisi mengenaskan kepala sebelah kirinya mengalami luka parah. Sedangkan keberadaan sopir dr Agien itu menghilang usai kejadian.

Masyarakat sekitar TKP lalu menghubungi  Satlantas Polres Prabumulih. Jenazah korban Agien yang tercatat warga Jalan Beringin 3 Sukadana Kecamatan Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir ini lalu dibawa ke instalasi kamar mayat RSUD Prabumulih untuk diautopsi.

Informasi yang didapat,  dr Agien Tri Wijaya yang merupakan anak dari Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, H Jasmin ini hendak pulang ke rumahnya. Saat itu alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) tahun 2011 sedang off kerja dan mengajukan izin urusan keluarga.

Diduga sopir yang mengemudikan mobil sedan yang ditumpangi sang dokter menyalib atau sebaliknya sehingga terjadi tabrakan adu kambing. Korban dokter Agien tewas karena kepalanya terkena benturan benda keras dan pecahan kaca. Dokter malang itu tewas dengan posisi di tempat duduk dengan safety belt terpasang.

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk melalui Kasat Lantas AKP Noprizal membenarkan adanya kecelakaan yang menyebabkan dokter RSUD Muara Enim meninggal dunia di lokasi kejadian. “Kasusnya masih dalam penyelidikan,”katanya. (korankito.com/mbam)

AN