Bisa Dipercaya

Didakwa 6 Tahun Penjara. Begini Reaksi Ahmad Dhani

Foto/dok

Kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4). Dhani yang pertama kali duduk di kursi terdakwa mengaku santai. Ia santai karena tak merasa salah.

“Santai saja (duduk di kursi terdakwa), kalau saya salah mungkin takut, kalau nggak salah ya santai seperti saya,” ujar Dhani ditemui di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Senin (16/4).

“Ini yang ditunggu-tunggu Mas Dhani (duduk di kursi sidang),” lanjut Hendarsam Marantoko, kuasa hukumnya.

Bila Dhani terlihat santai dan kuat hadapi kasus hatespeech yang menjerat dirinya, maka Mulan Jameela sang istri justru stres berat dengan dakwaan hukum yang mengancam Dhani.

“Kalau anak-anak rencana tiap sidang mereka datang. Kalau istri saya nggak bisa datang karena takut nggak kuat mentalnya. Ibu saya nggak kuat, hari ini mencret-mencret, takut stres kalau perempuan ikut sidang seperti ini,” kqta Dhani.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Dhani dengan hukuman 6 tahun penjara karena dijerat UU ITE Pasal 28. Keberatan dengan dakwaan JPU, Dhani dan tim kuasa hukim siapkan strategi perang.

“Bakal mengajukan eksepsi di minggu depan, kita menerima dawaan jaksa. Eksepsi dilakukan karena cacat formalnya dakwaan jaksa, ada titik lemah dari jaksa kurang cermat. Eksepsi diajukan supaya membatalkan dakwaan,” ungkap Dhani.

Dhani memang menerima fakta-fakta persidangan bahwa ia menuliskan cuitan. Namun musisi legendaris itu menyatakan tak ada unsur hatespeech namun hanya hak berpendapat saja.

“Benar fakta-fakta yang disampaika JPU, kita akui betul. Tapi kan dalam menulis itu ada pembagian peran. Ini kan masalah asumsi hukum, perbuatan Mas Dhani itu kebebasan kemukan pendapat. Ini harus dilakukan pertarungan akademis dan ilmiah,” tutup Dhani dan kuasa hukumnya. (korankito.com/O tri/mbam)