Bisa Dipercaya

2 Ditembak Mati, Ini Tampang 4 Sekawan Pembunuh Sadis Sopir Taksol

Empat sekawan pembunuh sopir taksol, Bayu – Tyas berada dalam tahanan dan Poniman – Hengki tewas dalam penangkapan. Kolase korankito.com

Palembang – Berakhir sudah Sepak terjang komplotan pemhunuh sadis yang cukup meresahkan masyarakat Sumsel khususnya kota Palembang beberapa waktu belakangan ini.

Terakhir anggota komplotan yang berhasil ditangkap itu ialah Hengki Sulaiman, salah seorang tersangka komplotan yang membunuh sopir online Go-Car, Tri Widyantoro beberapa waktu lalu. Polisi dari Jatanras Polda Sumsel menembak mati Hengki yang mencoba kabur saat akan dibekuk di Brebes, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, Tri dibunuh oleh 4 orang penumpangnya yang berpura-pura minta diantar ke kawasan Kenten Laut, Kabupaten Banyuasin, Kamis 15 Februari 2018 lalu.

Yang pertama kali berhasil dibekuk ialah tersangka Bayu. Dan dari mulut Bayu, keluarlah pengakuan keterlibatan 3 orang temannya yang lain yakni Tyas Dryantama yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsri , Poniman (pelaku yang berperan menjerat leher korban dengan tali) dan sudah lebih duluan ditembak mati karena melawan saat akan ditangkap, dan terakhir Hengki Sulaiman juga tewas ditembak di Brebes.

“Hengki kemarin ditangkap di Brebes. Dia jadi buronan terakhir, itu artinya semua pelaku pembunuhan sopir Go-Car sudah tertangkap. Di mana dua di antaranya kita tembak mati,” kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara ketika dikonfirmasi. Kamis (12/4).

Hengki memang termasuk nekad. Karena mengabaikan ultimatum Kapolda Sumsel untuk memburu pelaku pembunuhan itu hingga ke lobang semut dalam keadaan hidup atau mati tidak diindahkannya, dan bahkan terkesan meremehkan. Berbeda dengan rekannya, Tyas yang langsung menyerahkan diri tidak lama setelah ultimatum kapolda sumsel tersebut.

Petugas memang sempat kesulitan melacak keberadaan Hengki karena dia mengubah namanya menjadi Hendri serta sering berpindah pindah dalam pelariannya. Namun terendus Hengki sempat beberapa kali online melalui akun Facebook miliknya. Bahkan dia terdeteksi sempat mengganti sampul Facebooknya. Hal itu membuat polisi dapat segera melacak dan mengetahui lokasi keberadaannya dengan akurat.

Kapolda menegaskan dirinya sudah memperingatkan dari awal untuk sikat semua pelaku kejahatan. “Tidak ada cerita lagi, semua saya suruh sikat dan tembak jika memang melawan dan telah membahayakan petugas. Termasuk yang seperti Hengki ini,” sambung Zulkarnain. Jenazah Hengki rencananya akan langsung diterbangkan dari Jakarta ke Palembang. Selanjutnya akan dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Kota Palembang.(korankito.com/mbam)

Berita Sejenis
1 daripada 3