Bisa Dipercaya

Akhirnya, Syahrini Datang Sebagai Saksi Kasus First Travel

Foto/dok

Dua kali tak hadir, akhirnya Syahrini datang ke Pengadilan Negeri Depok untuk menjadi saksi kasus penipuan dengan terdakwa bos First Travel. Cukup lama Syahrini bersaksi di hadapan Majelis Hakim, selama itu pula ia menjelaskan secara detail tentang keterlibatannya dengan First Travel.

Pasca menjalani sidang sebagai saksi, Syahrini yang didampingi Hotman Paris Hutapea, memberikan klarifikasi di hadapan awak media. Yang pertama, Syahrini tak pernah menerima aliran dana satu persen pun dari bos First Travel.

Berita Sejenis
1 daripada 3.581

“Tadi anda sudah mendengar kesaksian Syahrini, yang paling pokok yang harus kalian catat adalah terdakwa Anniesa Hasibuan mengakui 100 persen kesaksian dia, tidak membantah satu pun. Terutama kesaksian dia bahwa tidak satu perak pun uang yang dia terima baik tunai maupun transfer. Jadi kalau kalian tulis terus, bakal kena fitnah 310 atau undang-udang ITE pencemaran nama baik,” ujar kuasa hukum Syahrini, Hotman Paris, saat ditemui di Pengadilan Negeri Depok, Senin (2/4).

Yang kedua, Syahrini tak tahu menahu soal uang Rp 1,3 miliar, karena ia dan 12 anggota keluarga berangkat umroh membayar, tidak gratis.

“Jadi ini bukan endorse. Kedua, dia bayar untuk paket umroh itu sudah ada bukti tadi dipersidangan Rp 197 juta. Yang ketiga, angka Rp 1,3 miliar yang ada di MOU atau yang disebut-sebutkan oleh First Travel itu tidak ada sama sekali yang masuk ke rekening dia, itu hanya kalkulasi sepihak intern mereka. Misalnya bisa mobil, hotel di tempat umroh, apakah itu benar atau tidak, itu bukan urusannya Syahrini,” papar Hotman.
Yang ketiga, Syahrini lega karena berkat dirinya korban First Travel berani membawa masalah penipuan ini ke ranah hukum.

“Syahrini tidak tahu status ekonomi perusahan ini, justru setelah dia pulang rakyat menjadi berani mengadukan. Jadi ini malah kehadiran Syahrini menjadi pemicu membongkar skandal ini,” tandas pengacara kondang itu.

Kedepannya, Syahrini berharap kesaksiannya bisa membantu aparat untuk menyelesaikan masalah, dan nasib ribuan jemaah yang belum berangkat umroh segera mendapat solusi.

“Saya berharap dengan saya dijadikan saksi, segera Bapak Hakim dan Bapak Jaksa yang terhormat bisa segera menuntaskan nasib jamaah yang belum diberangkatkan ke Tanah Suci. Tolong dengan segera pak, jangan dilama-lamakan. Apabila yang salah, bapak jangan bela, yang salah harus bela yang benar, ini masyarakat yang menjadi korban. Satu lagi pak, tak ada satu persen pun dana yang mengalir ke saya, satu perak pun tidak ada. Terima kasih pak,” harap Syahrini. (korankito.com/O tri/mbam)