Diduga Aniaya Konsumen, Karyawan Minimarket Dipolisikan

foto/depe.

Palembang- Gentar (13) warga Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan SU I Palembang mengalami luka memar di bagian wajah dan bibir setelah diduga dianiaya oleh IM karyawan minimarket yang ada di seputaran rumahnya.

Tidak terima dengan perlakuan kasar itu, korban ditemani orangtuanya Melisa mendatangi ruang pengaduan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Minggu (25/3) siang untuk melaporkan peristiwa dialaminya.

Berita Sejenis
1 daripada 45

Kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang, Gentar menceritakan kejadiannya terjadi Jum’at (22/3) sekitar pukul 14.00. Dimana ketika itu, ia mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk membeli sesuatu.

Terlapor yang sedang mengepel langsung marah-marah kepada korban lantaran bercak sandal korban menempel di lantai. “Saya masuk ke dalam dia marah, karena bercak sandal yang menempel. Saya sudah minta maaf sebelumnya,” ujarnya.

Tak sekedar marah, terlapor juga mengeluarkan kata-kata kasar kepada korban. “Pas dia keluarkan kata kasar, saya jawab Pak. Dia malah memukul wajah dan bibir menggunakan tangan kosong. Saya balas dengan jambak rambutnya,” kata Gentar.

Masih dikatakan Gentar, terlapor yang naik pitam mengejarnya sambil membawa gunting yang hendak ditusukan ke korban. “Saya lari Pak, tapi terjatuh. Sempat diarahkan ke saya, tapi saya tepis dengan sapu. Kemudian saya pulang,” tuturnya.

Ditambahkan ibu Melisa, sehari-hari anaknya menjaga parkir di lokasi kejadian. “Sepulang sekolah, anak saya jaga parkir di sana. Selama ini tidak ada masalah, karena pegawainya sudah kenal. Dia itu karyawan baru,” tambahnya.

Dengan adanya laporan yang dibuat, pihak kepolisian dapat segera menangkap terlapor. “Saya benar-benar tidak terima anak saya diperlakukan seperti itu, dan minta dia segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan pebuatannya,” cetus Melisa.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Palembang menuturkan korban sudah membuat laporan ke pihaknya. “Masih dalam proses pemeriksaan saksi dan kita juga minta korban untuk melakukan visum,” tutupnya. Korankito.com/depe.