Bisa Dipercaya

Terungkap! Besan Herman Deru Yang Disangka Rekayasa Anggaran Itu, Sudah Dicari Selama Setahun

Wakajati Sumsel Heri Setiyono: Dr Dora Djunita Pohan telah ditetapkan sebagai tersangka

Wakajati Sumsel Heri Setiyono dalam konferensi pers, Jumat (23/3). Foto/dok

Palembang-Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan Heri Setiyono menggelar konferensi pers di Palembang pada Jumat, 23 Maret 2018.

Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan akhirnya memberikan penjelasan tentang penangkapan dr. Dora Djunita Pohan, mantan Kepala RSUD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Kejaksaan mengungkapkan, sebenarnya telah selama setahun terakhir mencari Dokter Dora karena dia diperlukan untuk diperiksa dalam kasus korupsi pengadaan dana kesehatan pada RSUD OKU Timur tahun 2014-2015. Korupsi itu diperkirakan merugikan keuangan negara sebesar Rp.540 juta.

Dokter Dora yang ketika itu menjabat kepala RSUD, menganggarkan dana sebesar Rp6,4 miliar untuk penambahan dokter spesialis. Dia beralasan, di OKU Timur belum ada dokter spesialis untuk membantu masyarakat.

Dokter spesialis direkrut dari daerah lain. Masalahnya adalah alokasi anggaran dokter ahli itu ada yang menerima tetapi tak sesuai dengan yang dianggarkan.

“Selanjutnya jumlah dokter yang dianggarkan juga jumlahnya tidak sesuai, misal (dianggarkan untuk) sepuluh dokter, ternyata (yang direalisasikan) hanya lima dokter,” kata Wakajati Sumsel, Heri Setiyono, dalam konferensi pers di Palembang pada Jumat, 23 Maret 2018.

Kasus itu terkuak setelah anggaran rumah sakit diaudit pada tahun 2016. Lalu tim Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan menyelidikinya. Dokter Dora kala itu dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan tetapi selalu tidak hadir tanpa alasan jelas.

“Lebih dari tiga kali tidak hadir dan kita cari-cari ternyata ada di Jawa, di mal lagi belanja. Langsung kita jemput paksa dan hari ini sudah ditetapkan tersangka serta langsung ditahan,” kata Heri.

Kejaksaan menyebut bahwa Dokter Dora memang pernah mengembalikan dana sebesar Rp100 juta dari total kerugian Pemerintah Kabupaten OKU Timur Rp 540 juta. “Walau sudah dikembalikan kasusnya tetap berjalan,” ujar Agnes Triani, Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Sumatra Selatan, dalam kesempatan yang sama.

Suasana penangkapan dr Dora Djunita Pohan di Mal Metropolis Town Square Tanggerang Banten, Rabu (21/3). Foto/net
Berita Sejenis
1 daripada 9

Seperti ramai diberitakan kemarin, Dokter Dora ditangkap oleh tim Kejaksaan saat sedang asyik berbelanja di mal Metropolis Town Square, Tangerang, Banten, pada Rabu, 21 Maret. Dia sempat ditahan di Jakarta lalu langsung diterbangkan ke Palembang pada Kamis malam.

Wanita yang diketahui merupakan besan Herman Deru, calon gubernur Sumatra Selatan, itu langsung diperiksa oleh penyidik di Palembang hingga menjelang dini hari lalu dikirim ke Rumah Tahanan Merdeka Palembang.

Menurut Agnes Triani, penangkapan Dora sempat alot karena ketika di mal perempuan itu menolak dan bersikeras tidak mau dibawa petugas kejaksaan. Kemudian Ketika di Bandara Soekarno-Hatta sebelum diterbangkan ke Palembang, Dokter Dora sempat membuat penyidik kerepotan karena tetap berkeras dan menolak dibawa.

“Setelah dibujuk akhirnya dia mau dibawa. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa tersangka ternyata sudah pindah tugas di Jakarta.” Pungkas Agnes. (korankito.com/mbam)