Bisa Dipercaya

5 Bulan Jabat Kalapas Pakjo. Begini Cara Mardan Berikan Rasa Tenang Warga Binaannya

Kalapas Pakjo Mardan, SH ketika diwawancarai diruang Kalapas Pakjo Jalan Inspektur Marzuki Palembang, Kamis (23/3). Foto/Ist

Palembang-Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Pakjo adalah lembaga pendidikan para tahanan atau narapidana di kota Palembang. Gedung LAPAS Pakjo berkapasitas 750 orang dengan isi penghuni saat ini  1825 orang narapidana yang beralamat di Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang Akhir akhir ini mengalami perubahan yang sangat drastis yang dulu kesannya sangat kumuh kotor dan angker kini mengalami perubahan yang cukup signifikan sekarang wajah Lapas Pakjo sudah jauh dari kesan yang kumuh kotor dan lain lain sejak dipimpin Mardan SH yang dilantik pada bulan Oktober 2017 lalu.

Menurut Pria Kelahiran Palembang 14  Mei 1971 ini, “Perasaan merasa senang kembali ke Palembang, dan misi melaksanakan tugas sesuai dengan aturan yang ada, tugas pemerintahan dalam hal pembinaan narapidana dan mensukseskan program pemerintah dalam hukum di kementerian Hukum dan HAM,” ungkap Mardan.

Lanjut Mardan, “Pertama kali masuk permasalahan yang mendasar adalah air bersih, kebersihan menghubungi Pemkot Palembang memberikan sentuhan turut berpartisipasi, peningkatan air bersih dan mendapatkan akses air dua jalur yang sebelumnya belum ada dan penambahan debit air, ini permasalahan yang sangat vital dan memberikan ketenangan untuk warga binaaan,”ungkapnya

Kemudian, “Kedua masalah sampah, dan diberikan bantuan kontainer dari dinas DKK Palembang, dan mendapatkan bantuan CSR dari Bank Sumsel Babel untuk alokasi pergantian instalasi listrik

Meniti karir Bertugas pertama kali disini di LP Pakjo sebagai Karyawan tahun 1992 terus 2002-2008 di Rubasan Kelas 1 2008_2017 Rubasan Baturaja Oktober 2017 dengan Jabatan Karutan

Ditambahkannya, “Dengan jumlah warga binaan 1825,kita melakukan pembinaan dengan program diadakan majelis Taklim setiap hari, dan kerohanian non Muslim dan berkebun, Olah raga Saat ini kami rintis sablon dan Karangan Bunga

Permasalahan pasti selalu ada dari intern dan untuk lebih memahami fungsi dan tugas sebagai karyawan dan karyawati, dari internal sangat membutuhkan sekali suatu sentuhan dari instansi terkait dari pemerintah dan swasta berpartisipasi guna kelancaran warga binaan contoh kontribusi dalam bentuk apapun untuk warga binaan, moral, musik, keterampilan” pungkasnya.(korankito.com/et/mbam)