Bisa Dipercaya

Agar Semangat Saat Berjualan, Pedagang Pempek Ini Konsumsi Sabu

foto/depe.

Palembang- Berdalih agar lebih semangat saat berjualan. Anita alias Nita (40), pedagang pempek yang tinggal di Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I Palembang ini mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Tak ayal perbuatannya itu, mengantarkan ibu rumah tangga ini menginap di sel tahanan. Nita ditangkap Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek IT I Palembang saat berada di kediamannya, beberapa hari yang lalu.

Berita Sejenis
1 daripada 64

“Habis jualan kadang-kadang capek, lesu Pak. Jadi biar semangat dan segar lagi, saya mengkonsumsi sabu,” ujar ibu dua anak ini saat gelar perkara dab barang bukti di Mapolsek IT I Palembang, Rabu (14/3) siang.

Nita mengaku baru dua minggu menjadi pemuja sabu. Saat ditangkap dirinya baru saja membeli barang haram itu dari adiknya berinisial A. “Baru beli dengan adek, pas balik kerumah ada polisi yang datang dan saya ditangkap,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek IT I Palembang Kompol Edi Rahmat melalui Wakapolsek Iptu F G Marlina mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari pihaknya menerima informasi masyarakat bahwa N sering mengkonsumsi sabu.

“Kita lakukan penyelidikan, setelah semuanya dinyatakan akurat anggota melakukan penangkapan terhadap dia. Saat kita lakukan penggeledahan, ditemukan sepaket sabu yang disimpan di bawah tempat tidur,” jelasnya.

Selain Anita, aparat kepolisian mengamankan enam pria lainnya yang juga kedapatan membawa narkoba. Keenam tersangka yang ditangkap hasil razia Polsek IT I Palembang di kawasan 14 dan 13 Ilir, Kecamatan IT I Palembang.

Seperti Bayu Berdikari Putra  (28) dan Budiman (33), kedua lelaki ini ditangkap di Jalan Ali Gatmir, Lorong Masawa, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I Palembang. Dari mereka polisi menemukan satu paket sabu dan satu butir ekstasi yang dibuang di bawah rumah.

“Kita terus melakukan patroli hunting untuk memberantas peredaran narkoba. Dari ketujuh tersangka ini kita amankan barang bukti enam paket sabu dan sebutir pil ekstasi. Kita kenakan Pasal 112 UU Narkotika No35 Tahun 2009,” pungkasnya. Korankito.com/depe.