Kapolda Sumsel : Perusakan Gereja Murni Kriminal

foto/depe.

Palembang- Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara secara tegas mengatakan perusakan tempat ibadah Gereja Khatolik Stasi Santo Zakaria yang berada di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir, murni tindakan kriminal.

“Tindakan pelaku murni kriminal, motifnya saat ini masalah pribadi. Penyidik sudah menemukan titik terang pelaku dan identitasnya,” ujar Kapolda ketika dimintai konfirmasi oleh media, Jum’at (9/3) sekitar pukul 14.00.

Berita Sejenis
1 daripada 2

Ia mengatakan, untuk mengungkap siapa pelaku perusakan tempat ibadah itu, pihaknya menurunkan anjing pelacak. Ketika sedang menyisir lokasi, anjing pelacak mendatangi dua rumah warga yang berada di kampung tersebut.

“Kita amankan mereka untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Bisa saja statusnya nanti dinaikkan. Namun untuk sekarang semuanya masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Kedua saksi yang diamankan masih memiliki hubungan saudara yakni adik dan kakak. Hanya saja ketika diperiksa mereka membantah melalukannya. “Mereka hanya jawab tidak, tidak dan tidak.  Untuk itu masih kita dalami,” ujarnya.

Masih dikatakan Kapolda, selain memeriksa kedua warga itu, pihaknya memeriksa empat saksi lainnya yang menjaga dan merawat tempat ibadah tersebut.”Mudah-mudahan cepat terungkap, masyarakat diimbau tetap tenang, jangan terprovokasi,” tutupnya. Korankito.com/depe.