Diduga Tegak Miras, Pengamen Perempuan Tewas

foto/depe.

Palembang- Warga sekitar Jalan Kol H Burlian, tepatnya depan Pasar Palimo, Kecamatan Sukarami Palembang, digegerkan dengan penemuan mayat, di dalam bangunan bekas rumah makan, Selasa (6/3) sekitar pukul 06.00.

Belakangan diketahui, jasad berjenis kelamin perempuan itu bernama Shinta (24) warga Kecamatan Guguk Panjang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saat ditemukan, mayat tergeletak di atas meja makan.

Berita Sejenis
1 daripada 36

Selain mayat perempuan, di lokasi yang sama juga ditemukan lelaki yang diketahui bernama Eji Arif (28) warga Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir dalam kondisi kritis. Bahkan, dari mulutnya keluar cairan.

Keduanya merupakan pengamen yang sering berada di kawasan Pasar Palimo, lantaran ditemukan gitar di samping mayat Shinta. Selain gitar, di lokasi juga ditemukan botol miras yang diduga usai ditegak oleh keduanya.

Berdasarkan data yang dihimpun, mayat Shinta pertama kali ditemukan oleh Marwan (60) tukang ojek yang biasa mangkal di lokasi kejadian. Dimana awalnya ia melihat seorang pria yang tergeletak di depan rumah makan.

“Tadi pagi, sekitar pukul 06.00, yang pria bilang masuk angin dan sempat dikerok oleh tukang ojek juga. Kemudian terkapar dan sempat muntah darah,” ucap Marwan saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Usai melihat Eji, ia bersama temannya menengok ke dalam dan mendapati Shinta sudah tidak bernyawa lagi. “Kami melihat yang perempuan sudah meninggal, kami tidak berani menyentuhnya,” kata Marwan.

Tak lama berselang, petugas dari Unit Reskrim Polsek Sukarami beserta Unit Identifikasi dan SPKT Polresta Palembang mendatangi lokasi dan mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Yang laki-laki masih di rawat di IGD RS Bhayangkara dengan keadaan sekarat. Sedangkan perempuan masih divisum di kamar mayat,” jelas Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Rivanda.

Ia menerangkan, selain kedua korban ini. Ada satu korban lainnya yakni Zulkarnain alias James Bond dan sudah dibawa ke RSMH Palembang. “TKPnya beda dan sudah dibawa pulang, keadaannya membaik,” ungkapnya.

Dikatakan Rivanda, dari lokasi ditemukan bekas botol minuman keras. “Tapi botol tersebut sudah lama,  dan saat ini kami masih menyelidikan dan di jasad shanti juga tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan,” pungkasnya. Korankito.com/cr3/depe.

AN