Bisa Dipercaya

Keluarga Korban : Mamat, Hukum Karma Berlaku!!!

Foto/depe.

Palembang- Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Didiansyah (36) yang digelar di halaman belakang Mapolsek Kertapati Palembang, diwarnai aksi kecaman dari pihak keluarga korban.

Pihak keluarga yang tidak terima dengan perbuatan tersangka Suharto alias Mamat (21) terus meneriakinya saat pelaku memperagakan satu persatu proses terbunuhnya Didiansyah.

Berita Sejenis
1 daripada 41

“Mamat, hukum karma itu berlaku. Tunggu azab dari Allah untuk kau. Kami tidak terima dan minta dia dihukum mati. Anak korban tiga masih kecil, istrinya buta,” ucap seorang wanita saat menyaksikan rekonstruksi

Rekonstruksi yang digelar jajaran kepolisian Polsek Kertapati, Rabu (28/2) siang itu meraakan 18 adegan. Dimana berawal ketika tersangka berkelahi dengan korban tak jauh dari kediaman keduanya.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, saksi Gundu menasehati tersangka dan menyuruh pulang kerumah. Korban yang tak puas, mendatangi rumah tersangka sambil melempari rumahnya menggunakan pecahan genteng.

Tak terima karena rumahnya telah dilempari, tersangka keluar rumah sambil membawa senjata tajam (Sajam) jenis pisau. Selanjutnya, Didiansyah melarikan diri dan dikejar oleh Mamat.

Pada adegan kedelapan, korban langsung mencekik leher tersangka. Mamat tersandar ditumpukan genteng yang ada dibelakang rumahnya.

Tak terima dengan perbuatan yang dilakukan oleh korban, langsung membuat tersangka pun menusukan sajam yang sudah dibawanya sebanyak dua kali yang mengenai sikut kanan dan lengan kakan korban.

Puncaknya, di adegan ke 13 tersangka langsung menusuk korban sebanyak 3 kali kearah tubuh korban dan mengenai punggung kanan korban. setelah itu saksi Busnandi langsung menarik tubuh tersangka yang membuatnya berhenti menghujami tusukan kearah korban.

foto

Setelah itu, tersangka pun kabur dengan melarikan diri. Oleh warga korban pun dibawa ke Rumah Sakit (RS) guna untuk mendapatkan perawatan namun sayang saat berada di RS nyawa korban tak terselamatkan yang akhirnay membuat korban pun meninggal dunia.

Kapolsek Kertapati Palembang AKP I Putu Suryawan mengatakan, pihaknya melaksanakan rekontruksi pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka Muhammad Suharto alias Mamat terhadap korbannya Didiansyah, dimana dalam rekon tersebut dilakukan sebanyak 18 rekon.

“Setelah melakukan rekontruksi ini, kita akan langsung melimpahkan berkas ke kejaksaan.” Katanya saat didampingi Kanit Reskrim Ipda Deni setelah gelar rekontruksi. Rabu (28/2).

I Putu menjelaskan, motif  yang dilakulan oleh tersangka ini yang dengan tega menghabisinya nyawa korbannya karena korban memiliki hutang kepada tersangka sehingga terjadilah keributan. “Akibatnya korban mengalami 5 luka tusuk disekujur tubuh,” ujarnya.

Untuk pasal, sambung I Putu pihaknya menjerat dengan pasal 338 KUHP, “Untuk barang bukti sudah kita penuhi dan menunggu berkas perkara saja,” tegas Kapolsek.

Sedangkan, kuasa hukum dari kelaurga korban Desmon Simanjuntak dan Iwed Suprianto mengatakan, dirinya mewakili keluarga korban meraasa puas dengan rekontruski yang dilakukan oleh Polsek Kertapati.

“Ya, kita puas, dimana dua alat bukti awal pun sudah benar yakni keterangan saksi, dan keterangan ahli visum dan tahapannya pun juga sudah benar,” katanya saat menghadiri rekontruksi.

Dirinya pun berharap, meminta  keadilan seadil-adilnya. Karena ini merupakan tindak pidana pembunuhan jadi sesuai hukumnya juga pasal pembunuhan. “Apalagi korban (Didiasnyah) ini merupakan tulang punggung keluarga, yang mempunyai istri dan tiga orang anak,” pungkasnya. Korankito.com/cr2/depe.