Trio Putri Jabar Raih Emas, Kontingen Sumsel Harus Puas di Posisi 9

Foto; korankito/ist

Palembang – Tim trio putri Jawa Barat berhasil meraih mendali emas dalam ajang Kejuaraan nasional road to Asian Games di Palembang. Tim yang terdiri dari atas Nadia Paramanik, Alisha Nabila dan Thalita Raisa ini berhasil mengumpulkan angka 3773. Sedangkan mendali perak direbut oleh tim DKI Jakarta dengan total angka 3574. Sedangkan  dengan total angka  3.461, tim Jawa Timur 1 berhasil meraih mendali perunggu.

Dalam pertandingan yang cukup ketat tersebut, Alisha Peboling andalan Jabar ini berhasil meraih angka tertinggi untuk timnya yaitu 1383. Sedangkan Nadia 1322 dan Thalita 1068. Dengan raihan tersebut, tim trio Jabar berhasil unggul dari tim lainnya seperti  Banten 1 maupun tuan rumah Sumatera Selatan. Hasil ini pula memastikan Jabar akan tampil dalam kelas master yang akan dimainkan Rabu, 28 Februari 2018.

Berita Sejenis
1 daripada 3.764

Dhanny Sinyo, manager tim Jabar menjelaskan keberhasilan timnya menyabet mendali emas tidak lepas dari upaya yang telah dilakukan oleh para peboling selama beberapa bulan ini. Selain itu secara reguler timnya mengikuti liga setiap pekannya yang berlangsung pada setiap Hari Selasa dan Rabu. Selama persiapan, timnya juga berlatih secara individu maupun secara kelompok untuk menyatukan kekompakkan dan irama. “Memang kami juga rutin untuk latihan menyamakan irama agar semakin padu,” katanya, Selasa (27/2).

Sementara itu kontingen Sumsel harus puas dengan hasil yang di capai pada hari kedua ini, meskipun gagal meraih posisi di kelas trio, Namun, mereka berhasil meloloskan tiga atletnya untuk bertarung di kelas Master.

Tiga atlet tersebut adalah Elsa Maris, Dittary Durryah dan Cheppy Trianda. Elsa Maris, meraih peringkat 9 dengan capaian 2.392 poin, Dittary meraih peringkat 13 dengan hasil 2.037 poin, kemudian Cheppy yang merupakan satu-satunya atlet putra Sumsel lolos mendapat 2.339 poin, meskipun harus meraih posisi 13.

Kendati begitu pelatih boling Sumsel Aswin M, mengatakan ia optimis jika atletnya bisa mencapai target yang telah di canangkan mengingat atlet tersebut telah di latih sebaik mungkin, meskipun ia akui rival yang mereka hadapi merupakan atlet atlet yang telah lama berkancah di event nasional.

“Tapi itu bukan alasan. Kita harus optimis, menjadikan Kejurnas ini sebagai tempat atlet kita berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya. korankito/ril/nisa